Apa Dampak Kutu Beras Termakan Bagi Kesehatan?
Kutu beras tidak berbahaya jika dimakan, namun dapat menurunkan kualitas nutrisi beras.
Kutu beras (Sitophilus oryzae) sering kali menjadi masalah bagi banyak orang yang menyimpan beras. Meskipun tidak berbahaya secara langsung, dampak kutu beras jika termakan perlu dipahami.
Secara umum, kutu beras dan telurnya tidak dianggap berbahaya bagi kesehatan manusia. Kutu ini tidak menyebarkan penyakit, virus, atau infeksi, serta tidak menggigit atau menyengat. Sistem pencernaan manusia dapat menguraikan serangga kecil ini layaknya protein lainnya.
Namun, keberadaan kutu beras dapat memengaruhi kualitas beras yang dikonsumsi. Berbagai ahli menyatakan bahwa meskipun tidak berbahaya, ada beberapa dampak yang perlu diperhatikan ketika beras terinfestasi kutu.
Tidak Berbahaya Secara Langsung
Kutu beras tidak menularkan penyakit atau menghasilkan racun yang membahayakan manusia. Jika tanpa sengaja mengonsumsinya, tubuh akan mencernanya seperti makanan lainnya tanpa efek samping yang berarti. Menurut detikcom, kutu beras dianggap aman karena tidak menyebarkan penyakit.
Ahli dari Urbanvibes.ID juga menegaskan bahwa kutu beras tidak berbahaya jika termakan. Meskipun banyak orang khawatir, kutu ini tidak akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
Penurunan Nutrisi Beras
Keberadaan kutu beras dapat mengurangi kualitas dan kandungan nutrisi beras. Kutu beras memakan pektin dan nutrisi lain yang terkandung dalam biji-bijian. Akibatnya, beras yang terinfestasi akan memiliki kandungan gizi yang berkurang, seperti karbohidrat dan vitamin.
Menurut AAG Pest Control, kualitas dan nutrisi beras akan berkurang karena dihisap oleh kutu. Hal ini juga disampaikan oleh kumparan.com yang menyatakan bahwa kutu akan memakan nutrisi dalam beras.
Perubahan Rasa dan Kualitas
Kutu beras dapat merusak butiran beras, yang kemudian memengaruhi rasa dan tekstur nasi setelah dimasak. Beras yang terinfeksi kutu bisa terasa pahit, asam, atau tidak enak. AAG Pest Control menegaskan bahwa rasa dan tekstur beras pun akan berubah.
RRI juga mencatat bahwa beras yang terinfeksi kutu bisa terasa pahit, asam, atau tidak enak, yang tentunya akan memengaruhi pengalaman makan.
Potensi Alergi dan Pertumbuhan Jamur/Bakteri
Meskipun jarang, beberapa individu mungkin mengalami reaksi alergi ringan jika mengonsumsi beras yang terkontaminasi kutu. Selain itu, kutu pada beras dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan bakteri, terutama jika beras disimpan dalam kondisi yang tidak higienis.
Menurut AAG Pest Control, jika kutu tersebut tertelan, bisa terjadi reaksi pada tubuh, seperti alergi atau mual. Radar Kediri menambahkan bahwa makanan yang tercemar kutu beras dalam jangka waktu lama berpotensi terpapar jamur mikroskopis atau bakteri yang berbahaya.
Saran dari Ahli Gizi
Ahli gizi klinik menyarankan untuk tidak mengonsumsi beras yang sudah berkutu. Dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK, menyatakan bahwa sebaiknya tidak mengonsumsi beras berkutu karena kandungan nutrisinya yang tidak lengkap.
Namun, jika tidak ada pilihan lain, pastikan kutu di beras dihilangkan terlebih dahulu. Menurut kumparan.com, tidak ada efek samping yang terlalu bahaya dari mengonsumsi beras berkutu, tetapi sebaiknya dihindari.