Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mitos Makan Beras Mentah yang Dianggap Lebih Bergizi, Begini Penjelasannya

Mitos Makan Beras Mentah yang Dianggap Lebih Bergizi, Begini Penjelasannya<br>

Mitos Makan Beras Mentah yang Dianggap Lebih Bergizi, Begini Penjelasannya

Mitos makan beras mentah berkaitan dengan kandungan nutrisi di dalamnya. Tapi, mereka yang percaya mungkin melupakan makhluk lain yang tertinggal di sana.

Dalam masyarakat, beredar berbagai mitos seputar konsumsi beras mentah yang dianggap memiliki kandungan gizi lebih tinggi dibandingkan beras yang telah dimasak.

Keyakinan ini telah lama hidup dalam tradisi kuliner beberapa daerah, seringkali dikaitkan dengan kepercayaan bahwa proses memasak dapat mengurangi nilai nutrisi yang terkandung dalam beras.

Namun, apakah benar beras mentah lebih bergizi, atau justru membawa risiko kesehatan yang tidak terduga?

Meski pendapat ini sering kita dengar masyarakat, namun bukan berarti kita bisa menerimanya begitu saja. Apalagi jika penelitian ilmiah dan pandangan medis modern menawarkan perspektif yang berbeda.

Beras mentah memang menyimpan komponen nutrisi asli yang belum terpengaruh oleh panas, namun hal ini tidak serta-merta menjadikannya pilihan yang lebih sehat. Karena selain nutrisi, beras mentah juga menyembunyikan hal lain yang berdampak negatif untuk tubuh.

Artikel ini akan mengupas tentang mitos makan beras mentah, dan mengulas tentang sejumlah mitos yang berkaitan dengan beras lainnya.

Mitos Makan Beras Mentah

Mitos yang beredar mengenai makan beras mentah seringkali menyatakan bahwa beras mentah lebih bergizi dibandingkan dengan nasi yang sudah matang. Namun, faktanya, makan beras mentah atau setengah matang tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko keracunan makanan.

Beras mentah dapat mengandung bakteri berbahaya seperti Bacillus cereus (B. cereus), yang hampir ada pada setengah dari sampel beras komersial. Bakteri ini bisa menyebabkan gejala berbahaya seperti mual, muntah, kram perut, atau diare. Selain itu, beras mentah juga mengandung spora bakteri lain, termasuk Staphylococcus aureus, Salmonella, dan Clostridium perfringens.

merdeka.com

Untuk mengurangi risiko keracunan makanan, penting untuk memasak nasi dengan matang. Sebelum dimasak, beras harus dicuci bersih dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran.

Kemudian, masak nasi dengan air secukupnya dan biarkan mendidih setidaknya selama 10 menit. Mengonsumsi nasi saat masih panas juga dapat mengurangi risiko keracunan makanan.

Jadi, meskipun ada kepercayaan bahwa makan beras mentah lebih bergizi, sebaiknya kita mengikuti saran medis untuk selalu memasak nasi hingga matang sebelum dikonsumsi demi kesehatan kita.

Bagaimana Jika Ngidam Makan Beras?

Mitos ngidam makan beras saat hamil seringkali menjadi perbincangan. Namun, penting untuk memahami risiko dan fakta terkait dengan ngidam selama kehamilan.

Mitos Ngidam Makan Beras Mentah Saat Hamil:

  • Ibu hamil sering kali mengidam makanan tertentu, termasuk beras mentah. Namun, mengonsumsi beras mentah atau setengah matang dapat meningkatkan risiko keracunan makanan.

  • Beras mentah mengandung bakteri berbahaya seperti Bacillus cereus, yang dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan kram perut.

  • Selain itu, ada risiko infeksi dari parasit dan racun yang ada di beras mentah.

Ibu hamil sebaiknya menghindari makan beras mentah dan memasaknya hingga matang.

Penyebab Keracunan Makanan Akibat Makan Beras Mentah:

  • Kontaminasi bakteri seperti Salmonella, E. coli, atau Staphylococcus aureus dapat menyebabkan keracunan makanan.

  • Penyimpanan yang tidak tepat juga berkontribusi. Kandungan air beras yang tinggi dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.

  • Penting untuk mengikuti panduan penyimpanan yang tepat untuk mengurangi risiko keracunan makanan.

Risiko yang Perlu Diwaspadai Bila Makan Beras Mentah:

  • Sakit perut, kram, dan diare adalah beberapa tanda yang harus diwaspadai.

  • Kontaminasi bakteri juga berisiko terhadap gangguan pada janin.

  • Mengonsumsi beras yang sudah dimasak dengan matang lebih aman untuk kesehatan ibu hamil dan janin.

<b>Mitos yang Berkaitan dengan Beras</b>

Mitos yang Berkaitan dengan Beras

- Semua Beras Sama:

Mitos: Orang sering berpikir semua beras sama.

Fakta: Ada berbagai jenis beras, seperti beras putih, beras cokelat, dan beras merah, yang memiliki perbedaan warna, rasa, dan kandungan nutrisi.

- Beras Putih Tidak Sehat:

Mitos: Beras putih dianggap tidak sehat oleh beberapa orang.

Fakta: Meskipun beras putih telah melalui proses penggilingan yang menghilangkan kulit dan sejumlah serat, ia tetap menjadi sumber karbohidrat yang baik.

- Beras Basmati dan Beras Jasmin Lebih Tinggi Glikemik:

Mitos: Ada anggapan bahwa beras basmati dan beras jasmin memiliki indeks glikemik yang tinggi.

Fakta: Kedua jenis beras ini sebenarnya memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan beberapa jenis beras putih lainnya.

- Beras Cokelat Selalu Lebih Sehat:

Mitos: Banyak yang percaya bahwa beras cokelat selalu lebih sehat daripada jenis beras lainnya.

Fakta: Beras cokelat memang mengandung lebih banyak serat dan nutrisi, tetapi beras putih juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat.

- Membuat Gemuk:

Mitos: Konsumsi beras sering kali dikaitkan dengan kenaikan berat badan.

Fakta: Beras tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan jika dikonsumsi dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan energi harian.

- Semua Beras Mengandung Gluten:

Mitos: Beberapa orang berpikir bahwa semua beras mengandung gluten.

Fakta: Beras adalah sumber karbohidrat tanpa gluten dan cocok untuk orang yang sensitif terhadap gluten atau memiliki celiac disease.

- Beras Merah Tidak Enak:

Mitos: Beberapa orang beranggapan bahwa beras merah tidak enak.

Fakta: Beras merah memiliki rasa yang khas dan kandungan nutrisi yang tinggi, dan banyak orang menikmati kelezatan rasa alaminya.

- Makan Nasi Malam Hari Membuat Gemuk:

Mitos: Makan nasi di malam hari sering dianggap dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Fakta: Kenaikan berat badan lebih dipengaruhi oleh jumlah kalori total yang dikonsumsi dan kegiatan fisik daripada waktu makan nasi.

Mitos Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Cumi, Dipercaya Bikin Janin Terbelit
Mitos Ibu Hamil Tidak Boleh Makan Cumi, Dipercaya Bikin Janin Terbelit

Mitos ibu hamil tidak boleh makan cumi menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan bagi ibu hamil yang ingin memberikan nutrisi terbaik bagi janinnya.

Baca Selengkapnya
Mitos Hidung Gatal dan Fakta Medisnya, Menarik Disimak
Mitos Hidung Gatal dan Fakta Medisnya, Menarik Disimak

Ternyata hidung yang terasa gatal juga terikat dengan suatu mitos tertentu. Apa isi mitos tersebut?

Baca Selengkapnya
Mitos atau Fakta Kejatuhan Cicak, Perlu Dipahami
Mitos atau Fakta Kejatuhan Cicak, Perlu Dipahami

Sering dipertanyakan kejatuhan cicak itu sekedar mitos atau fakta.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mitos atau Fakta Ibu Hamil Tidak Boleh Potong Rambut, Ini Penjelasannya
Mitos atau Fakta Ibu Hamil Tidak Boleh Potong Rambut, Ini Penjelasannya

Kehamilan adalah perjalanan yang penuh dengan harapan. Selain itu, tak lupa si ibu juga mendengar mitos-mitos, seperti larangan untuk memotong rambut.

Baca Selengkapnya
Mitos Kucing Hitam Putih dan Faktanya, Dipercaya Sebagai Pembawa Keberuntungan
Mitos Kucing Hitam Putih dan Faktanya, Dipercaya Sebagai Pembawa Keberuntungan

Kucing hitam putih sering dikaitkan dengan mitos tertentu.

Baca Selengkapnya
6 Mitos Orang Hamil yang Umum Beredar, Pahami Faktanya
6 Mitos Orang Hamil yang Umum Beredar, Pahami Faktanya

Terdapat beberapa mitos orang hamil yang masih sering dipercaya.

Baca Selengkapnya
Mitos Rambut Dibakar dan Penjelasan Faktanya, Jangan Tertipu
Mitos Rambut Dibakar dan Penjelasan Faktanya, Jangan Tertipu

Ada banyak mitos rambut dibakar yang beredar. Sebagian besar berkaitan dengan efek dari perawatan rambut dengan cara dibakar.

Baca Selengkapnya
Mitos Alis Nyambung yang Umum Beredar, Ini Penjelasannya
Mitos Alis Nyambung yang Umum Beredar, Ini Penjelasannya

Orang beralis nyambung memiliki fakta dan mitos tersendiri berkaitan dengan sifat dan kepribadiannya yang unik.

Baca Selengkapnya
Sejumlah Mitos Terkait Serangan Jantung saat Berolahraga, Mana yang Fakta?
Sejumlah Mitos Terkait Serangan Jantung saat Berolahraga, Mana yang Fakta?

Sejumlah mitos mengiringi penanganan dan penyebab serangan jantung saat berolahraga. Penting bagi kita untuk tahu mana yang mitos dan mana yang fakta.

Baca Selengkapnya