6 Perbedaan Gaya Parenting Milenial dibanding Generasi Terdahulu
Milenial memiliki gaya parenting yang sangat berbeda dibanding generasi-generasi terdahulu.
Milenial merupakan sebutan bagi generasi yang lahir antara tahun 1981-1996. Pada rentang usia ini, banyak milenial kini sudah memiliki anak.
6 Perbedaan Gaya Parenting Milenial dibanding Generasi Terdahulu
Beberapa milenial mungkin sedang menunggu kelahiran anak pertamanya, namun sejumlah milenial lain sedang bergelut dengan pertumbuhan anak. Dengan kata lain, banyak milenial kini tengah belajar menjadi orangtuaDilansir Kindercare, Dr. Kathleen Gerson, profesor sosiologi di Universitas New York, mengatakan bahwa milenial menunjukkan perbedaan pola pengasuhan anak dibanding generasi sebelumnya.
Keluarga milenial saat ini sedang mengalami pergeseran sosial yang besar yang berbeda dari generasi sebelumnya, seperti anak-anak yang tumbuh dalam rumah tangga dengan dua orang tua yang bekerja atau hanya satu orang tua.
Berikut adalah enam perbedaan kunci dalam gaya pengasuhan orang tua milenial menurut Gerson:
Lebih Sibuk Tetapi Lebih Banyak Menghabiskan Waktu Bersama Anak-anak
"Penelitian menunjukkan bahwa orang tua saat ini menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anak mereka daripada orang tua pada tahun 1950-an," kata Gerson.
"Banyak keluarga milenial menerapkan pendekatan 'co-parenting' yang membagi tanggung jawab untuk anak-anak secara merata antara kedua orang tua," jelas Gerson.
Lebih Menghargai Pengasuhan Positif daripada Disiplin Otoriter
Gerson menjelaskan bahwa orang tua saat ini lebih cenderung memperkuat perilaku positif daripada menghukum perilaku negatif.
Namun, masih ada perdebatan tentang apakah pemberian penghargaan kepada anak-anak ketika mereka belum mencapai prestasi besar merupakan hal yang tepat. Selain itu, terdapat kecenderungan orangtua tidak menghukum anak yang berbuat kesalahan sehingga hal ini masih menimbulkan pro dan kontra.Lebih Menghargai Kekompakan Walau Tidak saat Makan
Banyak keluarga masih menghargai waktu makan bersama sebagai waktu untuk berkumpul. Namun, dengan jadwal yang padat, makan malam bersama semakin sulit diatur.
"Bagi banyak keluarga, akhir pekan menjadi waktu untuk bersama-sama," kata Gerson.
Lebih Mengutamakan Keamanan
Gerson menyatakan bahwa sebagian besar keluarga saat ini ingin menjaga anak-anak mereka seaman mungkin. Mereka sangat mengutamakan keselamatan, seperti mengikatkan anak-anak mereka di kursi mobil. Orang tua milenial juga mengandalkan internet sebagai sumber informasi keamanan.
Menjadwalkan Segalanya Termasuk Waktu Luang
Kehidupan anak-anak sekarang lebih terjadwal daripada generasi sebelumnya.
Gerson mengungkapkan bahwa kepadatan jadwal kerja orang tua turut berpengaruh pada waktu luang anak-anak. Banyak keluarga kelas menengah menjadwalkan aktivitas seperti 'play date'.
Memberikan yang Terbaik untuk Masa Depan Anak
Gerson menyoroti bahwa orang tua saat ini tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk masa depan anak-anak mereka, meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi baru.
Statistik menunjukkan bahwa 66 persen milenial menabung untuk masa kuliah anak-anak mereka, berbeda dengan generasi sebelumnya. Hal ini berarti banyak milenial rela membayar mahal untuk sekolah anak mereka di kemudian hari.Secara keseluruhan, orang tua milenial tidak jauh berbeda dari generasi sebelumnya dalam upaya mencintai dan memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka.