5 Jenis Teh yang Ampuh Mengontrol Kadar Gula Darah untuk Penderita Diabetes
Jika Anda mengidap diabetes, kemungkinan besar Anda akan menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk merencanakan pola makan Anda.
Jika Anda menderita diabetes, Anda mungkin menghabiskan banyak waktu untuk merencanakan makanan yang akan dikonsumsi. Namun, bagaimana dengan minuman yang Anda pilih? Minuman sering kali terlupakan, padahal mereka juga bisa memengaruhi kadar gula darah Anda secara signifikan.
Di samping itu, kurangnya asupan cairan juga dapat menimbulkan masalah, karena dehidrasi dapat menyebabkan gula darah tinggi. Beruntung, terdapat banyak pilihan minuman yang aman untuk kadar gula darah. Salah satu minuman bebas gula yang sangat disukai adalah teh, yang merupakan minuman paling populer kedua di dunia setelah air.
Teh tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memberikan banyak manfaat kesehatan, termasuk membantu menjaga kadar gula darah. Dengan banyaknya jenis teh yang tersedia, Anda mungkin penasaran tentang jenis teh apa yang paling baik untuk membantu mengatur kadar gula darah. Berikut ini adalah informasi yang dihimpun dari Eating Well, dilansir Merdeka.com dari Eating Well pada, Minggu(16/3/2025).
Teh Hijau
Teh hijau yang lembut dan sederhana dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk membantu mengatur kadar gula darah. Menurut beberapa penelitian, teh hijau dapat berkontribusi pada penurunan kadar glukosa darah puasa serta meningkatkan sensitivitas insulin pada penderita diabetes.
Apa yang membuat teh hijau begitu bermanfaat? "Usus kita dihuni oleh triliunan mikroba yang berpengaruh pada kadar gula darah," jelas Kimberley Rose-Francis, RDN, CDCES, LD, seorang ahli gizi berlisensi dan pendidik diabetes bersertifikat yang berpraktik di Florida.
"Ketidakseimbangan mikrobiota usus dapat menyebabkan penurunan toleransi glukosa dan resistensi insulin. Teh hijau kaya akan polifenol, yaitu senyawa berbasis tanaman yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk peningkatan kesehatan usus."
Teh Hitam
Meskipun teh hijau dan teh hitam memiliki perbedaan yang mencolok dalam penampilan dan rasa, keduanya berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika keduanya memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang serupa.
Salah satu manfaat tersebut adalah kemampuannya dalam mendukung pengelolaan kadar gula darah yang lebih baik. Meskipun penelitian mengenai efek teh hitam terhadap manajemen glukosa darah masih terbatas, sebuah studi tinjauan menunjukkan bahwa teh hitam dapat berkontribusi pada metabolisme glukosa serta meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.
Para peneliti masih mencari tahu alasan di balik temuan ini. Namun, mereka mengamati bahwa kandungan polifenol yang tinggi dalam teh hitam dapat memperlambat proses pencernaan dan penyerapan gula dari makanan. Dengan demikian, hal ini dapat berfungsi sebagai pelindung terhadap penambahan berat badan, yang merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2.
Jahe yang Dicampur dengan Teh
Jahe dikenal luas karena kemampuannya dalam meredakan mual. Selain itu, jahe juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kadar gula darah jika diolah menjadi teh yang harum, seperti yang diungkapkan oleh Rose-Francis,
"Jahe terkenal karena kemampuannya untuk meredakan mual, tetapi juga dapat membantu meningkatkan kadar gula darah jika dihancurkan dan diseduh menjadi teh yang harum." Penelitian menunjukkan bahwa jahe mengandung hampir 40 senyawa antioksidan yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan serta dapat memberikan dampak positif pada kadar gula darah seiring waktu.
Dia menambahkan, "Karena gula darah yang meningkat secara kronis dapat menyebabkan peradangan, senyawa antiperadangan pada jahe dapat dianggap sebagai makanan fungsional yang bermanfaat untuk mencapai keseimbangan gula darah yang lebih baik."
Selain manfaat antiperadangan, jahe juga mampu menghambat penyerapan karbohidrat, mengatur metabolisme glukosa, dan melindungi sel-sel pankreas yang berfungsi memproduksi insulin. Dengan demikian, mengonsumsi jahe secara teratur dapat menjadi langkah yang baik untuk menjaga kesehatan metabolisme tubuh.
Teh Kayu Manis adalah Minuman yang Terkenal
Kayu manis bukan hanya sekadar bumbu yang populer untuk kue. Selain itu, kayu manis juga bisa diseduh menjadi teh yang nikmat. "Kayu manis telah diteliti manfaatnya dalam meningkatkan fungsi insulin dan mendukung kadar gula darah," ungkap Vandana Sheth, RDN, CDCES, FAND, seorang ahli diet terdaftar dan pendidik diabetes bersertifikat yang fokus pada nutrisi berbasis tanaman.
"Kayu manis adalah teh beraroma manis alami tanpa tambahan gula, dan merupakan pilihan yang baik bagi penderita diabetes." Seperti halnya jahe, kayu manis mengandung banyak antioksidan yang dapat membantu mengatasi peradangan kronis, yang seringkali menyulitkan pengaturan kadar gula darah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bubuk kayu manis berpotensi menurunkan kadar glukosa darah baik pada individu yang menderita diabetes maupun yang tidak. Sebuah penelitian yang lebih lama juga menemukan bahwa teh kayu manis dapat membantu mengurangi kadar glukosa darah pada orang yang tidak memiliki diabetes.
Dengan berbagai manfaat tersebut, kayu manis dapat menjadi tambahan yang bermanfaat dalam diet sehari-hari, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Minuman yang Terbuat dari Kunyit adalah Teh kunyit
Kunyit memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari meningkatkan kesehatan otak hingga mengurangi risiko penyakit jantung. Penelitian menunjukkan bahwa kunyit juga berpotensi menurunkan kadar glukosa darah dan membantu dalam pengelolaan berat badan.
Apa yang membuat kunyit begitu efektif? Senyawa aktif dalam kunyit, yaitu kurkumin, dikenal sebagai antiinflamasi dan antioksidan yang sangat kuat. Seperti yang telah Anda ketahui, peradangan dan kadar gula darah tinggi sering kali saling berkaitan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para peneliti menganggap kurkumin memiliki kemampuan dalam mengatur kadar gula darah berkat sifat antiperadangannya.
Kiat untuk Menikmati Teh
1. Batasi Gula Tambahan
Mengganti teh manis dengan teh tanpa pemanis bisa menjadi cara yang efektif untuk menghindari minuman yang mengandung gula berlebih, terutama karena banyak pilihan rasa yang tersedia. "Nikmati teh apa adanya atau dengan pemanis alami seperti kayu manis, vanila, atau jahe sebagai alternatif gula tambahan," ungkap Sheth. "Anda juga bisa mempertimbangkan menggunakan pemanis rendah atau tanpa kalori untuk memberi rasa manis pada teh Anda."
2. Perhatikan Kafein
Beberapa jenis teh, seperti teh hijau dan hitam, mengandung kafein secara alami. Jika Anda peka terhadap kafein, lebih baik memilih teh herbal seperti teh jahe, kayu manis, atau kunyit. Meskipun kafein tidak menjadi masalah bagi Anda, disarankan untuk mengonsumsi teh bebas kafein di sore hari agar tidur Anda tetap nyenyak.
3. Pilih Teh Herbal dengan Bijak
Walaupun teh yang disebutkan dalam daftar ini aman bagi penderita diabetes, ada beberapa teh herbal yang sebaiknya dihindari, seperti teh aloe vera, kamomil, dan fenugreek. Teh herbal ini dan beberapa lainnya dapat mengganggu pengobatan diabetes. Jika Anda ragu, sebaiknya konsultasikan dengan profesional kesehatan Anda.