Seskab Teddy Bagikan Rubik untuk Anak Pengungsi di Tapanuli Selatan, Asah Ketekunan di Tengah Bencana
Di tengah peninjauan Presiden Prabowo, Seskab Teddy Bagikan Rubik dan permen kepada anak-anak pengungsi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, sebagai hiburan dan pengasah ketekunan.
Pada hari Rabu, 31 Desember 2025, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menunjukkan kepeduliannya kepada anak-anak pengungsi di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Ia membagikan rubik dan permen sebagai kado kecil serta hiburan di lokasi bencana. Kegiatan ini berlangsung di sela-sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto yang meninjau pembangunan jembatan Bailey Garoga.
Pembagian rubik ini bukan sekadar hadiah, melainkan juga upaya Seskab Teddy untuk mengasah ketekunan dan keuletan anak-anak yang terdampak bencana. "Kado kecil buat anak-anak di sini, sekaligus hiburan buat mereka. Kalau rubik bisa untuk ngasah ketekunan dan ulet," ujar Teddy kepada wartawan. Momen ini menjadi secercah kebahagiaan bagi anak-anak di tengah kondisi sulit.
Kehadiran Seskab Teddy dan Presiden Prabowo di Tapanuli Selatan bertujuan untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan lancar, khususnya pembangunan infrastruktur vital. Interaksi hangat dengan warga, terutama anak-anak, menjadi bagian penting dari kunjungan tersebut, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat terdampak.
Seskab Teddy Bagikan Rubik dan Interaksi Hangat dengan Anak Pengungsi
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terlihat aktif berinteraksi dengan anak-anak pengungsi di sekitar area peninjauan jembatan Bailey Garoga. Dari dalam tas ransel hitamnya, Seskab Teddy Bagikan Rubik satu per satu kepada anak-anak yang mengerumuninya. Selain rubik, permen juga turut dibagikan untuk menambah keceriaan mereka.
Aksi ini menunjukkan perhatian mendalam dari pejabat negara terhadap kondisi psikologis anak-anak di pengungsian. Teddy juga terlihat melayani permintaan swafoto dari warga korban bencana dan petugas pemerintah daerah setempat. Gestur ini menciptakan suasana akrab dan menghilangkan sekat antara pejabat dan masyarakat.
Seskab Teddy juga menyempatkan diri berbincang dengan anak-anak, seraya merangkulkan tangannya ke leher mereka. Tepukan ke bahu yang diberikan Seskab Teddy Bagikan Rubik dan perhatiannya, seakan menjadi gestur untuk menguatkan dan menghibur anak-anak setelah terjadi bencana. Salah satu anak laki-laki berbaju biru bahkan terus mengikuti langkah Seskab Teddy hingga menuju kendaraan Presiden Prabowo.
Kunjungan Presiden Prabowo Tinjau Jembatan Bailey Garoga
Kunjungan Seskab Teddy Indra Wijaya ini merupakan bagian dari agenda Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan jembatan Bailey Garoga di Batang Toru. Jembatan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung utama antarwilayah yang sebelumnya terputus akibat bencana. Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara aparat dan masyarakat setempat.
Presiden Prabowo, yang mengenakan kemeja safari berwarna krem dan topi biru, secara langsung memantau progres pembangunan infrastruktur vital tersebut. Kehadiran kepala negara di lokasi bencana menunjukkan komitmen pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana. Jembatan Bailey ini diharapkan dapat segera memulihkan aksesibilitas dan mobilitas warga.
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Turut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, dan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Kehadiran jajaran ini menegaskan sinergi antarlembaga dalam penanganan bencana. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan, serta Pangdam Bukit Barisan Mayjen Hendy Antariksa juga turut mendampingi Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo dijadwalkan akan bermalam di lokasi bencana saat malam pergantian tahun baru 2026. Keputusan ini menunjukkan dedikasi dan empati Presiden terhadap kondisi masyarakat yang terdampak. Kehadiran Presiden di malam pergantian tahun diharapkan dapat memberikan semangat dan harapan baru bagi para korban bencana.
Sumber: AntaraNews