SBY Luruskan Sejarah Sering Dianggap Mengkhianati Megawati
‘Perang dingin’ SBY dan Megawati disebut-sebut berawal dari rivalitas politik jelang Pilpres 2024.
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meluruskan anggapan selama ini bahwa dirinya mengkhianati Presiden ke-5 RI Megawati. ‘Perang dingin’ SBY dan Megawati disebut-sebut berawal dari rivalitas politik jelang Pilpres 2024.
Saat itu, SBY disebut masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di Kabinet Gotong Royong, kabinet yang dipimpin Megawati.
SBY menegaskan, dirinya memutuskan maju Pilpres 2024 setelah keluar dari Kabinet Gotong Royong. Dengan begitu, dia menegaskan tak pernah mengkhianati Megawati.
“Pada saat saya maju ada yang mengatakan Pak SBY kan masih di pemerintahan kok maju, wrong, saya sudah di luar pemerintahan,” tegas SBY saat Silaturahmi dengan 38 Ketua DPD Partai Demokrat, Minggu (23/2).
SBY mengatakan, saat mengampanyekan Partai Demokrat pertama kali di Banyuwani kemudian Bali, dirinya sudah keluar dari pemerintahan.
“Jadi apalagi setelah maju jadi capres setelah pemilu legislatif, saya sudah di luar pemerintahan. Ini meluruskan sejarah yang dibengkokkan ke sana ke sini,” imbuh SBY.
Demokrat Diremehkan
SBY bercerita sebelum dirinya menjadi Presiden ke-6 RI, Partai Demokrat sempat diremehkan. Terutama mengenai logo Demokrat. Saat itu, Partai dipimpin Subur Budhisantoso. Sementara Wakil Ketua Umum Demokrat adalah Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono.
“Partai baru tidak dilihat, apa itu gambarnya 3 berlian, mercy apa itu nggak jelas, tidak apa-apa. Bismillah kita berjuang step by step, tidak ada yang mudah, tidak ada yang mau,” ucap SBY.
Meski diremehkan, Demokrat mendapat dukungan besar dari masyarakat. Berkat itu, kata SBY, Demokrat menjadi salah satu partai besar di Indonesia.
“Tuhan maha besar, dengan dukungan rakyat yang kuat, singkat kata, Partai Demokrat berdiri masuk 5 besar dan subhanallah walhamdulillah saya terpilih menjadi presiden RI,” kata dia.
SBY Bertarung dengan Megawati di Pilpres 2024
Pada Pilpres 2024, Megawati menjadi rival SBY. SBY berpasangan dengan Jusuf Kalla. Sementara Megawati maju bersama Hasyim Muzadi. Meski petahana, Megawati gagal memenangkan Pilpres 2024.
SBY-Jusuf Kalla mengalahkan Megawati-Hasyim Muzadi dengan perolehan suara 60,62 persen. Sementara Megawati-Hasyim Muzadi hanya 39,38 persen. Sejak saat itu, Megawati dan SBY disebut tak sejalan.