Reborn Indonesia: Komunitas Motor Ajak Jaga Bandung, Apa Rahasia Mereka Lawan Vandalisme?
Komunitas motor Reborn Indonesia menyerukan aksi 'Jaga Bandung' dan 'Jaga Indonesia' di tengah maraknya demonstrasi ricuh. Simak bagaimana mereka beraksi membersihkan kota dari vandalisme.
Komunitas motor Reborn Indonesia baru-baru ini menegaskan komitmen mereka untuk terus menyuarakan pentingnya menjaga Kota Bandung dan seluruh Indonesia. Seruan ini muncul di tengah gelombang demonstrasi yang kerap berakhir ricuh, termasuk di Kota Kembang.
Founder Reborn Indonesia, Indra Kusuma Wardhana, yang dikenal sebagai Baba Sang Legenda, menyatakan bahwa pihaknya akan terus menggaungkan semangat "Jaga Bandung, jaga Indung, warga jaga warga." Ia menekankan bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai dan harus dijaga bersama.
Aksi nyata dilakukan Reborn Indonesia pada awal September, dengan membersihkan dan mengecat fasilitas kota yang rusak akibat vandalisme. Kegiatan ini dipusatkan di sekitar Jembatan Layang Cikapayang, area yang terdampak parah oleh kericuhan demonstrasi.
Sikap Reborn Indonesia Terhadap Demonstrasi dan Anarkisme
Indra Kusuma Wardhana menjelaskan bahwa Reborn Indonesia tidak anti terhadap aksi demonstrasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Menurutnya, menyuarakan pendapat adalah hak setiap warga negara dan merupakan bagian penting dari demokrasi.
Namun, ia menegaskan bahwa ada batasan yang tidak boleh dilanggar. Tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum tidak dapat dibenarkan. Hal tersebut, menurutnya, sudah masuk kategori tindakan kriminal dan tidak mencerminkan kepedulian terhadap bangsa.
Reborn Indonesia memandang bahwa pelaku perusakan dan vandalisme dalam demonstrasi bukanlah pihak yang peduli terhadap negara. Mereka justru merugikan masyarakat dan merusak citra perjuangan yang seharusnya damai.
Oleh karena itu, Reborn Indonesia terus mengedukasi masyarakat agar menyampaikan aspirasi dengan cara yang bertanggung jawab. Mereka percaya bahwa perubahan positif dapat dicapai tanpa harus merusak tatanan sosial dan fasilitas publik.
Aksi Nyata "Jaga Bandung" dan Dampaknya
Sebagai wujud nyata dari seruan "Jaga Bandung", Reborn Indonesia secara proaktif melakukan pembersihan dan pengecatan di area yang terdampak demonstrasi. Kegiatan ini berfokus pada penghapusan jejak vandalisme yang ditinggalkan pasca-aksi ricuh.
Indra mengungkapkan bahwa kegiatan serupa sudah menjadi agenda rutin Reborn Indonesia. Setiap tanggal 17 Agustus, mereka kerap melakukan pengecatan trotoar atau membersihkan coretan vandalisme di berbagai sudut kota. Ini menunjukkan konsistensi mereka dalam menjaga keindahan kota.
Pada kegiatan kali ini, sekitar 20 orang terlibat di tahap awal, dengan harapan partisipasi akan terus bertambah. Beberapa influencer, seperti Eddi Hidayatullah (Brokoli), juga turut mendukung aksi ini, memperluas jangkauan pesan "Jaga Bandung."
Kerusakan akibat demonstrasi pada 29-30 Agustus 2025 di Bandung cukup signifikan. Beberapa bangunan yang mengalami kerusakan meliputi aset MPR RI di Jalan Diponegoro, rumah makan Sambara, satu rumah warga di Jalan Gempol, serta dua kantor bank di Jalan Ir. H. Djuanda. Selain itu, Gedung DPRD Jabar, 10 motor, warung makan, dan infrastruktur di bawah Jembatan Pasoepati juga terdampak. Aksi Reborn Indonesia menjadi upaya nyata untuk memulihkan kondisi kota.
Sumber: AntaraNews