Polda Jabar Mulai Telusuri Dugaan Aliran Dana dan Dalang di Balik Kerusuhan Bandung
Langkah ini dilakukan berdasarkan barang bukti yang berhasil dikumpulkan dari pengamanan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan.
Polda Jawa Barat (Jabar) memastikan akan menelusuri dugaan adanya aliran dana serta aktor intelektual di balik gelombang aksi demonstrasi berujung ricuh di Bandung beberapa hari terakhir.
Langkah ini dilakukan berdasarkan barang bukti yang berhasil dikumpulkan dari pengamanan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan.
“Mengenai barang bukti yang kita peroleh ini kita libatkan semua, termasuk Mabes Polri, para ahli, hingga jejak digital. Dari situ kita bisa mengungkap siapa aktornya, siapa pendananya, dan segala macam. Mohon doa dan dukungan agar bisa segera terungkap,” ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan dalam jumpa pers di Mapolda Jabar, Selasa (2/9).
Pengawalan Aspirasi Sesuai Aturan
Kapolda menegaskan bahwa polisi tidak melarang masyarakat menyampaikan aspirasi lewat unjuk rasa. Bahkan, personel kepolisian akan mengawal jalannya aksi selama dilakukan sesuai ketentuan.
Namun, apabila demonstrasi melanggar aturan dan berubah menjadi tindakan anarkistis yang merugikan masyarakat luas, pihaknya memastikan akan bertindak tegas.
“Silakan berunjuk rasa sesuai ketentuan, dan kita kawal pada waktu-waktu yang ditentukan. Jangan mencederai orang lain, membahayakan orang lain. Tapi jangan melanggar hukum. Perbuatan anarkis pasti kita tindak tegas,” tegas Rudi.
Kapolda menambahkan, penindakan terhadap aksi anarkis akan dilakukan secara terukur sesuai aturan hukum yang berlaku. Polri juga mengerahkan patroli untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas.
“Saya sampaikan, kami mempedomani undang-undang, peraturan Kapolri, dan arahan pimpinan. Jika ada perbuatan anarkis yang mengganggu ketertiban umum, pasti akan ditindak tegas sesuai undang-undang,” pungkasnya.