PSI Incar Jateng Jadi Kandang Gajah, DPC PDIP: Kami Tak Akan Diam
Terkait langkah PSI akan menyasar basis Kota Semarang, tidak menjadi persoalan bagi PDI Perjuangan.
Ketua DPC PDIP Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono menanggapi klaim PSI yang ingin menjadikan Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, sebagai 'kandang gajah'. Meski klaim itu dari partai baru, partainya akan mempertahankan basis massanya.
"Mau disebut kandang gajah atau kandang apa pun silakan saja. Yang jelas, kami PDI Perjuangan di Jawa Tengah adalah pemenang. Kami tidak akan diam, tetap menjaga basis dan optimistis mempertahankan ‘kandang banteng’," kata Endro, Kamis (15/1).
Sedangkan untuk perolehan suara PDI Perjuangan di Jawa Tengah yang selama ini tergolong dominan, baik pada pemilu legislatif maupun eksekutif pada periode terakhir. Nantinya, ia selaku ketua pimpinan cabang Kota Semarang bersama jajaran partainya berkomitmen mempertahankan bahkan memperkuat capaian tersebut pada Pemilu 2029 mendatang.
"Kami tidak hanya mempertahankan, tetapi justru akan merebut suara yang lebih besar dari rakyat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang," ungkapnya.
Terkait langkah PSI akan menyasar basis Kota Semarang, tidak menjadi persoalan bagi PDI Perjuangan. Namun, pihaknya akan meningkatkan dan memaksimalkan perolehan suara. Menurutnya, klaim-klaim politik semacam itu justru berdampak positif bagi internal partai, karena mampu memperkuat soliditas dan militansi kader di tingkat bawah.
"Justru adanya klaim-klaim seperti itu. Kader-kader PDI Perjuangan di bawah malah semakin kuat, semakin solid, dan semakin militan. Kami sudah terbiasa berada di bawah tekanan. Justru kondisi itu membuat kami semakin kuat,” jelasnya.
Penguatan Basis di Semarang
Meski demikian, Endro memastikan pihaknya akan terus melakukan penguatan basis di wilayah Kota Semarang. Upaya tersebut, lanjutnya, merupakan kelanjutan dari kerja-kerja organisasi yang telah dirintis oleh pimpinan DPC sebelumnya dan akan ditingkatkan di bawah kepemimpinannya guna menjaga kepercayaan masyarakat.
"Penurunan kursi dari 19 menjadi 14 pada pemilu lalu menjadi keprihatinan kami. Ini menjadi bahan evaluasi dan sekaligus bahan bakar semangat kami. Tidak hanya Pileg, tetapi juga Pilpres, Pilgub, hingga Pilwakot akan kami evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.
Evaluasi tersebut dilakukan melalui pemetaan wilayah untuk mengetahui daerah-daerah yang lemah, wilayah yang sudah kuat untuk dipertahankan, serta langkah konsolidasi yang tepat.
"Konsolidasi organisasi kami lakukan dari tingkat DPC, PAC, ranting, hingga anak ranting. Semua kami cek dan evaluasi. Saat ini proses itu sedang berjalan, termasuk persiapan musyawarah anak cabang agar organisasi tetap segar dan tertata dengan baik," kata Endro.
PSI Kota Semarang
Sebelumnya, Ketua DPD PSI Kota Semarang, Bangkit Mahanantiyo, menyampaikan bahwa target 'kandang gajah' tersebut merupakan komitmen seluruh kader PSI di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang.
Target ambisius itu sebelumnya disampaikan oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Putra bungsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, tersebut menargetkan Jawa Tengah menjadi 'kandang gajah' pada Pemilu 2029.
Pernyataan itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah di Kota Solo, Kamis (8/1). Menindaklanjuti arahan tersebut, Bangkit menegaskan pihaknya akan all out menjalankan target yang telah ditetapkan Ketua Umum PSI.
"Target dari Mas Ketum dalam rakor kemarin tidak ada tawar-menawar. Mas Ketum menegaskan Jawa Tengah harus menjadi kandang gajah. Itu mutlak bagi PSI,” kata Bangkit.
Bangkit menekankan bahwa target 'kandang gajah' bukan sekadar jargon politik, melainkan kerja kolektif yang terukur, sistematis, dan berbasis penguatan struktur hingga tingkat DPC PSI di Kota Semarang.