Profil Raden Dato Iman Kusumo: Orang Dekat Prabowo Dipilih jadi Calon Dubes Malaysia
Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo hadir dalam fit and proper test calon duta besar Indonesia.
Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo hadir dalam fit and proper test calon duta besar Indonesia. Raden, begitu dia disapa disebut-sebut ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Duta Besar RI untuk Malaysia.
Iman bukan orang asing bagi Prabowo. Dia merupakan orang dekat Prabowo sejak Pilpres 2019 silam. Raden adalah Wakil Bendahara pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno pada Pemilu 2019 lalu.
Pada Pilpres 2024 lalu, Raden kembali dipercaya menjadi Wakil Bendahara pasangan calon Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka.
Raden menjadi satu dari 12 calon diplomat yang mengikuti uji kelayakan sesi 2 pada Minggu (6/7). Namanya masuk ke dalam Surat Presiden Nomor R3 tertanggal 1 Juli 2025 yang berisi 24 usulan nama calon dubes untuk negara sahabat dan pengurusan tetap RI untuk PBB.
Raden mengenakan setelan jas biru tua dan berdasi biru muda hadir di DPR pukul 12.16 WIB. Raden tampak terburu-buru dan tak mau berkomentar mengenai uji kelayakan calon Dubes.
Siap Bertugas di Malaysia
Dikonfirmasi usai fit and proper test, Raden mengamini dekat dengan Prabowo. "Alhamdulillah saya dekat dengan Pak Prabowo juga," kata Raden di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Raden juga menyatakan kesiapannya mengembang tugas sebagai Dubes Malaysia. Meskipun, dia mengakui tidak memiliki pengalaman di bidang diplomasi. Ia menceritakan bahwa relasinya cukup luas di negeri Jiran karena menikahi perempuan asal Malaysia.
"Dato itu gelar bangsawan yang diberikan oleh Sultan. Jadi memang relasi saya cukup banyak di Malaysia, alhamdulillah saya dekat dengan Prabowo juga. Jadi untuk menjaga hubungan yang sudah dibina baik dengan Presiden, kita hanya melanjutkan, memelihara lah," ujarnya.
DPR Bawa 24 Nama Dubes Disahkan ke Paripurna
Anggota Komisi I DPR Budi Djiwandono mengaku puas dengan kemampuan dan paparan yang disampaikan para calon Dubes RI tersebut. Dia meyakini, nama-nama yang dipilih Prabowo adalah yang terbaik dengan pertimbangan matang.
"Jadi untuk saya pribadi sekali lagi saya puas, saya dari awal saya bilang bahwa saya yakin bahwa pilihan-pilihan pemerintah pilihan Presiden Republik Indonesia sudah melalui evaluasi dan pertimbangan yang matang," kata Budi.
Komisi I DPR, kata Budi, menilai para calon Dubes RI ini merupakan tokoh-tokoh kelas berat dengan pengalaman dan jaringan kuat di negara sahabat. Alasan-alasan tersebut yang membuat Komisi I setuju 24 nama calon Dubes disahkan dalam paripurna DPR.
"Kalau saya meminjam kata Ketua Komisi I yang hadir 48 jam terakhir itu kelas berat atau heavyweight semua, antara punya pengalaman panjang di dunia diplomasi melalui karir ataupun sudah pernah ditepatkan bertugas sebagai Duta Besar di negara-negara sahabat ataupun mempunyai jaringan-jaringan yang kuat di negara-negara sahabat juga," tutur keponakan Prabowo ini.
Sebagai informasi, fit and Proper Test calon dubes RI digelar dua hari sejak Sabtu (5/7) sampai Minggu (6/7). Fit and proper tes dibagi dalam 4 sesi. Setiap sesi akan diikuti enam calon duta besar.
Adapun isu yang didalami oleh Komisi I kepada para calon Dubes adalah program, pemahaman politik luar negeri dan strategi diplomasi yang sejalan dengan visi misi pemerintahan Prabowo.