Prabowo Ancam Copot Menteri Tak Mau Kerja untuk Rakyat, Istana: Bukan Peringatan Pertama
Presiden Prabowo Subianto mengisyaratkan reshuffle Kabinet Merah Putih usai 100 hari kerja pemerintahan saat menghadiri Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU)
Presiden Prabowo Subianto mengisyaratkan reshuffle Kabinet Merah Putih usai 100 hari kerja pemerintahan saat menghadiri Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan Jakarta. Hal itu pun dinilai bukan peringatan yang pertama kali disampaikan oleh Kepala Negara tersebut.
“Saya rasa bukan peringatan pertama, Presiden sudah berapa kali menyampaikan hal ini kan. Yang tidak mau ikut ya silakan di luar. Yang mau ikut, samakan gerak langkah keinginannya bersama presiden,” tutur Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/2).
“Jadi ini bukan yang pertama. Jadi Presiden senantiasa tuh memberikan apresiasi, kemudian memberikan arahan, juga memberikan peringatan,” sambungnya.
Hasan menyatakan, sejauh ini Kabinet Merah Putih dalam kondisi baik dan penuh dengan apresiasi. Isu pergantian pejabat pun dinilai menjadi kurang relevan.
“Ya itu kan framing dari teman-teman saja. Dalam rapat paripurna terakhir, menjelang 100 hari pemerintahan waktu itu Presiden memberikan apresiasi dalam rapat kabinet. Memberikan apresiasi yang sangat bagus kepada anggota kabinet. Karena sudah menjalankan arahan-arahan Presiden, sudah bekerja dengan baik dan itu tercermin dalam approval rating kan,” jelas dia.
Isu miring tentang Kabinet Merah Putih pun menurutnya dapat dibantah lewat hasil dari sejumlah lembaga survei, yang menunjukkan tingginya persepsi positif publik terhadap pemerintahan Prabowo.
“Kan itu bisa dibantah. Sudah ada tiga lembaga yang mengeluarkan approval rating dan itu bagus. Approval rating dari Kompas 80,9 persen. Approval rating dari versi Indikator 79 persen. Kemarin versi Lembaga Survei Indonesia 85 persen. Ini kan bukti, bukti bahwa apresiasi yang diberikan presiden sesuai dengan fakta dirasakan oleh masyarakat,” Hasan menandaskan.
Prabowo Ancam Reshuffle
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto angkat bicara soal peluang perombakan atau reshuffle kabinet, usai 100 hari kerja pemerintahan. Prabowo menegaskan dirinya tak segan menyingkirkan menteri maupun jajaran kabinet yang tak serius bekerja untuk kepentingan masyarakat.
"Yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat, ya saya akan singkirkan," kata Prabowo kepada wartawan di Istora Senayan Jakarta, Rabu (5/2/2025)
"Mau lebih jelas lagi?" sambungnya.
Dia mengingatkan bahwa masyarakat menuntut pemerintahan yang bersih. Untuk itu, Prabowo ingin semua pejabat negara betul-betul bekerja untuk kepentingan rakyat.
"Jadi begini kita ingin, rakyat menuntut pemerintah yang bersih dan benar. Yang bekerja dengan benar. Jadi saya ingin tegakkan itu. Kepentingan hanya untuk bangsa rakyat, tidak ada kepentingan lain," jelas dia.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih sesuai keinginan masyarakat. Untuk itu, dia menegaskan akan menindak pihak-pihak yang masih bandel dan tak patuh terhadap aturan.