Pemprov Jateng Kembali Usulkan RM Bambang Soeprapto sebagai Pahlawan Nasional
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali berupaya mengusulkan RM Bambang Soeprapto sebagai pahlawan nasional, mengingat jasa besar sang pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berencana kembali mengajukan nama RM Bambang Soeprapto untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional pada tahun ini. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya untuk mengupayakan pengakuan ini atas perjuangan gigih RM Bambang Soeprapto. Upaya ini dilakukan setelah sebelumnya tiga kali usulan serupa belum berhasil dikabulkan oleh pemerintah pusat.
RM Bambang Soeprapto dikenal sebagai sosok pejuang yang pantang menyerah dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia memiliki peran penting sebagai komisaris polisi II dan ketua polisi istimewa, yang kemudian menjadi cikal bakal Mobile Brigade (Mobrig) atau Brimob. Perjuangan dan pengabdiannya yang luar biasa menjadikannya inspirasi bagi banyak pihak.
Gubernur Luthfi menyatakan bahwa Pemprov Jateng akan terus berjuang agar RM Bambang Soeprapto dapat menerima gelar pahlawan nasional pada tahun 2026. Peresmian Taman dan Monumen RM Bambang Soeprapto di Semarang baru-baru ini juga menjadi salah satu bentuk penghormatan atas dedikasinya.
Jejak Perjuangan RM Bambang Soeprapto dalam Sejarah Kemerdekaan
RM Bambang Soeprapto adalah figur sentral dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Ia menjabat sebagai komisaris polisi II dan memimpin polisi istimewa, yang merupakan embrio dari kesatuan Mobile Brigade (Mobrig) atau yang kini dikenal sebagai Brimob. Perannya ini menunjukkan kontribusi signifikan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masa-masa genting pascakemerdekaan.
Salah satu momen krusial yang melibatkan RM Bambang Soeprapto adalah kepemimpinannya dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang. Pertempuran heroik ini menjadi saksi bisu kegigihan para pejuang dalam mempertahankan kedaulatan bangsa dari upaya penjajahan kembali. Keberanian dan kepemimpinannya di medan perang menjadi bukti nyata dedikasinya terhadap kemerdekaan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi secara khusus mengenang RM Bambang Soeprapto sebagai pejuang yang sangat gigih dan pantang menyerah dalam upaya mempertahankan kemerdekaan. Semangat juangnya diharapkan dapat terus menginspirasi generasi penerus bangsa untuk mencintai tanah air dan berani menghadapi setiap tantangan. Pengabdiannya yang tulus layak untuk mendapatkan penghargaan tertinggi dari negara.
Upaya Pengusulan dan Peresmian Monumen Peringatan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berulang kali berupaya mengusulkan RM Bambang Soeprapto sebagai pahlawan nasional, namun belum membuahkan hasil. Tercatat sudah tiga kali pengajuan sebelumnya yang belum terkabulkan, namun Pemprov Jateng tidak menyerah dan akan kembali mengusulkannya pada tahun 2026. Gubernur Luthfi berkomitmen penuh untuk mewujudkan pengakuan ini.
Sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan jasa-jasanya, Taman dan Monumen RM Bambang Soeprapto telah diresmikan pada Jumat (9/1) di Gajahmungkur, Kota Semarang. Inisiatif pembangunan monumen ini berasal dari keluarga ahli waris yang menemui Gubernur Luthfi saat masih menjabat sebagai Kapolda Jateng. Hal ini menunjukkan betapa besar keinginan keluarga untuk mengenang perjuangan sang pahlawan.
Proses pembangunan monumen setinggi sekitar 10 meter ini memakan waktu sekitar satu tahun, setelah Komandan Satuan Brimob berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang (Pemkot Semarang) untuk penentuan lokasi. Monumen yang berdiri di tengah taman seluas 70x24 meter ini didesain oleh Seno Aditya dan M Danar Sasmito, serta dibuat oleh pematung Heru Joning Siswanto. Seluruh biaya pembangunan monumen dan taman ini berasal dari dana pribadi keluarga ahli waris, sementara pengelolaan dan perawatannya akan menjadi tanggung jawab Pemkot Semarang.
Monumen sebagai Sumber Inspirasi Generasi Muda
Haryono Eddyarto, perwakilan keluarga ahli waris RM Bambang Soeprapto, mengungkapkan bahwa monumen ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Monumen ini bukan hanya sekadar patung, melainkan simbol semangat untuk berkarya dan berinovasi, serta menjaga martabat bangsa Indonesia di masa depan. Peresmian ini menjadi momen penting bagi keluarga untuk mengenang sekaligus menghormati jasa sang pejuang.
Keluarga ahli waris menegaskan bahwa tujuan pembuatan monumen dan taman ini bukanlah untuk mengkhususkan sang pejuang semata. Lebih dari itu, fasilitas ini dirancang sebagai sarana pembelajaran sejarah yang berharga. Dengan adanya monumen ini, generasi muda Semarang dan Jawa Tengah dapat mempelajari keteladanan RM Bambang Soeprapto dalam menghadapi setiap tantangan.
"Bagi keluarga, hari ini momen penting untuk mengenang sekaligus menghormati jasa pejuang, ayah, suami, dan kepala rumah tangga yang telah mengorbankan hidupnya demi kemerdekaan bangsa," ujar Haryono Eddyarto. Ia juga menambahkan harapan agar taman dan monumen ini menjadi sumber inspirasi untuk berkarya dan berinovasi, serta menjaga martabat bangsa Indonesia ke depan.
Sumber: AntaraNews