Menuju Pemilu 2029, Said Abdullah Instruksikan PDIP Jatim Beri Perhatian Serius Gen Z dan Alpha
Berdasarkan data BPS, porsi Gen Z dan Alpha di Jawa Timur mencapai 11,7 juta orang atau sekitar 27,8% dari total penduduk.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, memberikan instruksi strategis dalam Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya. Said menekankan pentingnya partai mulai beradaptasi secara total untuk merangkul Generasi Z dan Alpha, yang diprediksi akan menjadi penentu kemenangan pada Pemilu 2029 mendatang.
Berdasarkan data BPS, porsi Gen Z dan Alpha di Jawa Timur mencapai 11,7 juta orang atau sekitar 27,8% dari total penduduk. Said menilai kelompok digital native ini bukan sekadar angka statistik, melainkan subjek pembangunan yang harus disapa dengan program konkret.
Modal Abadi dan Target 50 Ribu Startup
Salah satu terobosan yang ditawarkan Said adalah pembentukan Youth Venture Fund (YVF). Program ini dirancang sebagai 'modal abadi' untuk membantu anak-anak muda di Jawa Timur memulai usaha tanpa terbebani jaminan yang rumit.
"Kita harapkan mampu merekrut setidaknya 50 ribu generasi muda untuk membangun 50.000 startup baru hingga tahun 2030," ujar Said Abdullah.
Ia menegaskan bahwa akses modal saja tidak cukup. YVF harus berjalan beriringan dengan peningkatan keterampilan digital (digital skill upgrade) agar para pemuda mampu membangun aset digital yang kompetitif.
Transformasi Bahasa dan Komunikasi Politik
Said juga menyoroti cara berkomunikasi partai. Ia menginstruksikan Bidang Komunikasi di tingkat DPD hingga DPC untuk tidak lagi kaku dan mulai menguasai "bahasa prokem" atau bahasa khas generasi muda di media sosial.
"Jika ekosistem ini terbentuk, kita tidak hanya membangun entrepreneur baru, tetapi juga memperluas jangkauan keanggotaan partai secara organik," lanjutnya.
Inisiatif Pendidikan dan Penyelamatan Gen Y
Selain fokus pada Gen Z dan Alpha, Said Abdullah juga memberikan perhatian pada Gen Y (Milenial) di Jatim yang berjumlah 9,3 juta orang. Kelompok ini dinilai paling rentan terhadap kebijakan pemutusan hubungan kerja (layoff). Untuk menghadapi tantangan ini, Said meminta kader PDIP yang duduk di legislatif maupun eksekutif untuk melakukan beberapa langkah strategis.
Langkah pertama adalah dengan program APBD Inklusif. Said meminta agar akses perguruan tinggi bagi Gen Alpha, termasuk melalui beasiswa hasil kolaborasi dengan sektor swasta dan donor internasional. Kedua, Reformasi Struktural Daerah dengan cara mempermudah investasi masuk ke Jawa Timur, khususnya di sektor manufaktur yang kini mulai bergeser ke wilayah Jombang, Nganjuk, hingga Ngawi. Dan ketiga, menciptakan lapangan kerja untuk mendorong pertumbuhan industri sebagai kunci untuk menyerap tenaga kerja yang terkena dampak efisiensi perusahaan.
Sinergi dengan Sektor Industri
Di akhir pidatonya, Said menginstruksikan Bidang Industri, Tenaga Kerja, dan UMKM partai untuk membangun hubungan erat dengan para pelaku usaha. Tujuannya jelas yakni menciptakan program kemitraan konkret agar kader-kader PDI Perjuangan dan masyarakat luas mendapatkan pekerjaan yang layak.
"Pertumbuhan industri di daerah adalah kunci penyelamat bagi mereka yang punya skill namun terhambat oleh ekosistem yang kurang mendukung," pungkasnya.