Koster Laporkan Angka Fantastis: 230 Ribu Kader PDIP Bali Terdaftar, Target 500 Ribu!
Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster melaporkan jumlah Kader PDIP Bali telah mencapai 230 ribu orang, dengan target ambisius 500 ribu. Bagaimana strategi partai mencapai ini?
Wayan Koster, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, baru-baru ini menyampaikan laporan signifikan. Ia melaporkan bahwa keanggotaan partai di Pulau Dewata telah mencapai 230 ribu orang. Laporan ini disampaikan dalam konferensi daerah yang digelar di Denpasar.
Dalam laporannya, Koster juga mengungkapkan target ambisius untuk meningkatkan jumlah anggota. Partai menargetkan penambahan hingga mencapai 500 ribu kader di seluruh Bali. Hal ini menunjukkan komitmen partai dalam memperkuat basis massa.
Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya penguatan struktur partai dari tingkat DPD hingga anak ranting. Koster memastikan bahwa sistem dan manajemen partai berjalan sangat baik. Penguatan ini menjadi fondasi utama bagi capaian tersebut.
Penguatan Organisasi dan Target Ambisius
Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa struktur partai di Bali telah terbentuk kuat dan kokoh. Ini merupakan hasil kerja keras selama lebih dari lima tahun kepemimpinannya. Penguatan ini meliputi DPD hingga anak ranting di seluruh wilayah.
Koster menyebutkan bahwa realisasi kartu anggota berjalan cukup baik, dengan total mencapai 230 ribu anggota se-Bali. "Realisasi kartu anggota juga berjalan dengan cukup baik, total anggota itu mencapai 230 ribu se-Bali, nanti ke depan harus ditingkatkan mencapai 500 ribu," kata Koster. Target peningkatan ini menunjukkan ambisi partai untuk memperluas jangkauan.
Selain itu, Koster juga menyoroti kemandirian finansial partai. Kantor DPD PDIP Bali kini sepenuhnya menjadi milik DPD, dengan lahan seluas 10 are. Pembelian senilai Rp5,5 miliar ini didanai dari gotong royong eksekutif dan legislatif PDIP.
Pendidikan Politik dan Adaptasi Teknologi untuk Kader
Sebagai Gubernur Bali, Wayan Koster menekankan pentingnya peran kader sebagai tulang punggung organisasi. Kader dituntut untuk memahami program dan tugas kepartaian di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan politik menjadi prioritas utama.
"Pendidikan politik DPD, DPC, PAC sampai ke ranting dengan menggunakan dana partai," ujar Wayan Koster. Program ini juga mencakup sosialisasi haluan pembangunan Bali masa depan. Tujuannya adalah membekali kader dengan pengetahuan yang relevan.
Partai juga melakukan pelatihan transformasi digital dan sosialisasi monitoring perjuangan partai. Ini sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Koster menyatakan bahwa partai semakin adaptif terhadap perubahan zaman.
Keberhasilan Kaderisasi dan Harapan DPP
Keberhasilan dalam mengelola sumber daya partai tercermin dari posisi strategis yang ditempati kader PDIP di Bali. Koster mengaitkan pencapaian ini dengan budaya kaderisasi, kekuatan organisasi, dan disiplin yang diterapkan. Ini menunjukkan efektivitas sistem pembinaan partai.
"Maka kita berhasil menempatkan sejumlah kader di posisi eksekutif maupun legislatif," kata Koster. Kader PDIP berhasil menduduki jabatan kepala daerah, wakil kepala daerah, serta ketua DPRD se-Bali. Ini membuktikan dominasi partai di kancah politik lokal, kecuali di Kabupaten Karangasem untuk Pilkada 2024.
Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menambahkan bahwa kemenangan Pemilu dan Pilkada 2029 bergantung pada kader di tingkat terbawah. DPP mendorong DPD PDIP Bali untuk memilih kader-kader terbaik dalam konferda dan konfercab. "Supaya mereka yang masuk kepengurusan bukan hanya namanya saja tapi betul-betul aktif turun ke bawah," kata Djarot.
Djarot menekankan pentingnya rekrutmen orang-orang terbaik dan keterbukaan partai. "Yang memenangkan PDIP adalah rakyat, rakyat melihat kinerja kita, rekrut orang-orang terbaik kita harus membuka diri," tambahnya. Ini menjadi pesan penting bagi pengurus baru.
Sumber: AntaraNews