Guntur Romli PDIP soal Jokowi Bertemu Hashim: Sedang Bangun Opini Masih Punya Pengaruh
Selain membangun opini, Guntur menilai pertemuan itu demi kepentingan Jokowi hingga keluarganya.
Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan (PDI) menilai pertemuan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (7/3) sebagai upaya membangun opini.
"Kalau menurut keterangan Pak Hashim dia yang diundang Jokowi. Artinya Jokowi sedang dan terus membangun opini bahwa dia masih sangat punya pengaruh," kata politikus PDIP Mohamad Guntur Romli, Senin (10/3).
"Adik Presiden saja bisa 'dipanggil' ke Solo. Juga tokoh-tokoh politik dan pengusaha yang lain," sambungnya.
Guntur lalu menyinggung sikap Jokowi yang mengundang wartawan Najwa Shihab hingga pejiarah Masjid Syeikh Zayed.
"Tujuan dari penggalangan massa dan opini ini demi kepentingan Jokowi sendiri, keluarganya dan kroninya, bahwa mereka sangat punya pengaruh besar di negeri ini," ujar dia.
PDIP Yakin Bukan Pertemuan Politik
Guntur menyebut pertemuan Jokowi dan Hashim tak membahas politik. Jokowi hanya mengemas pertemuan tersebut seolah-olah membahas masalah politik.
“Jokowi membungkus pertemuan itu sebagai pertemuan politik untuk terus membentuk opini bahwa Jokowi masih sangat berpengaruh. Jadi tidak penting substansi pertemuan itu, tapi kesan dan opini yang dibangun dari pertemuan itu adalah politik pencitraan pengaruh Jokowi," pungkasnya.
Jokowi Bertemu Hashim 2 Jam Lebih
Jokowi bertemu Hashim Djojohadikusumo selama lebih dari dua jam pada Jumat (7/3) di kediaman Sumber, Solo. Kepada awak media, Hashim mengaku membicarakan banyak hal.
Ada juga nasihat-nasihat yang disampaikan oleh Jokowi. Dia juga mengaku menyampaikan pesan dari kakaknya, Prabowo Subianto.
"Saya dapat kehormatan dari Pak Jokowi, kita tukar banyak pikiran, kita ada banyak hal-hal yang menyangkut negara dan bangsa,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Hashim, dirinya juga banyak mendapatkan nasihat yang sangat berharga dari mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Namun demikian dia enggan menyampaikan isi nasihat tersebut.
"Saya kira itu antara saya dan Pak Jokowi. Saya kira ini silaturahmi ya," katanya.