Waspada! 3 Pintu Air di Jakarta Berstatus Siaga Pagi Ini, TMA Waduk Pluit Capai 210 Cm
Status Siaga II menandakan potensi peningkatan risiko genangan di wilayah hilir apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau kiriman air dari hulu.
Tiga pintu air dan pos pantau di DKI Jakarta masih menunjukkan status siaga pada Selasa (13/1) pagi. dari laman resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, pintu air Waduk Pluit berada pada status Siaga II dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 210 sentimeter (cm).
Data pukul 08.00 WIB, Waduk Pluit konsisten berada di level 210 cm sejak pukul 07.00 WIB. Status Siaga II menandakan potensi peningkatan risiko genangan di wilayah hilir apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau kiriman air dari hulu.
Selain Waduk Pluit, dua pintu air berstatus siaga III, yakni Pesanggrahan juga dengan tinggi muka air 185 cm. TMA tercatat turun dari 200 cm pada satu jam sebelumnya. Lalu, ada pintu air Cipinang Hulu dengan tinggi muka air 150 cm.
Sementara itu, Pos Depok mencatat tinggi muka air 670 cm, Bendung Katulampa 100 cm, dan Pintu Air Manggarai BKB 340 cm, naik dari 330 cm pada pukul 07.00 WIB. Pos Sunter Hulu menunjukkan penurunan tinggi muka air dari 320 cm menjadi 300 cm.
Adapun beberapa titik lainnya terpantau dalam kondisi relatif stabil. Pintu Air Karet dengan TMA 60 cm, Pos Krukut Hulu 120 cm, serta Pasar Ikan–Laut 80 cm. Pos Angke Hulu mencatat tinggi muka air minus 135 cm, sedangkan Pulo Gadung berada di level 300 cm.
Waspada Potensi Curah Hujan Tinggi
Di sisi lain, BPBD DKI Jakarta juga mengeluarkan imbauan waspada terhadap potensi curah hujan di wilayah ibu kota. Mengacu pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi pada periode 14–17 Januari 2026.
Masyarakat diimbau untuk tetap siaga terhadap dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi, termasuk genangan dan banjir lokal. BPBD meminta warga menyiapkan perlengkapan dasar seperti payung atau jas hujan serta tas siaga bencana.
Selain itu, masyarakat juga diminta memantau informasi tinggi muka air melalui laman resmi bpbd.jakarta.go.id/waterlevel serta melaporkan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI dan situs pantauanjir.jakarta.go.id.