Warga Kediri Kenang Perjuangan Tan Malaka dalam Refleksi Haul ke-77
Warga Kediri, mulai dari komunitas sejarah hingga mahasiswa, menggelar refleksi dan doa bersama untuk mengenang Perjuangan Tan Malaka, pahlawan nasional yang gagasan-gagasannya masih relevan hingga kini.
Warga Kediri dari berbagai komunitas sejarah serta mahasiswa melakukan doa bersama dan refleksi di makam pahlawan nasional Tan Malaka. Acara ini diselenggarakan di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Kegiatan refleksi tersebut diadakan dalam rangka memperingati haul ke-77 Tan Malaka, mengenang kembali jejak perjuangan tokoh yang bernama asli Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka. Ia juga dikenal sebagai penulis buku fenomenal "Madilog".
Ketua Tan Malaka Institute, Imam Mubarok, menegaskan pentingnya menjaga semangat Tan Malaka agar tetap hidup di tengah masyarakat. Perjuangan Tan Malaka diakui secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 1963 yang menganugerahinya gelar pahlawan nasional.
Mengenang Jejak Perjuangan Tan Malaka
Imam Mubarok, yang akrab disapa Gus Barok, menyatakan bahwa jejak perjuangan Tan Malaka tidak pernah redup dan terus menjadi inspirasi. Pemerintah Indonesia bahkan mengakui kontribusinya dengan memberikan gelar pahlawan nasional.
Tan Malaka sering dijuluki sebagai “Bapak Republik” karena gagasan visionernya tentang Republik Indonesia telah dirumuskan jauh sebelum proklamasi kemerdekaan. Pemikirannya menjadi fondasi penting bagi cita-cita bangsa.
Dalam berbagai tulisannya, Tan Malaka secara konsisten menyuarakan pentingnya kedaulatan rakyat dan pemerintahan yang berpihak kepada kaum tertindas. Ia juga menekankan kemerdekaan sejati yang membebaskan bangsa dari segala bentuk penindasan.
Relevansi Pemikiran Tan Malaka untuk Generasi Muda
Melalui karyanya yang terkenal, "Madilog" (Materialisme, Dialektika dan Logika), Tan Malaka mengajak masyarakat untuk berpikir secara rasional dan ilmiah. Ia mendorong agar tidak mudah terjebak dalam takhayul atau fanatisme sempit.
Keberanian Tan Malaka dalam mengkritik kekuasaan menjadi semangat yang patut diteladani hingga saat ini. Konsistensinya dalam memperjuangkan Republik Indonesia juga menunjukkan integritas tinggi.
Sikap independen Tan Malaka dalam berpikir dapat menjadi landasan bagi generasi muda untuk membangun kesadaran politik dan intelektual yang matang. Pemikirannya relevan dalam menghadapi tantangan zaman.
Apresiasi dan Peringatan Lanjutan Perjuangan Tan Malaka
Ketua Yayasan Ibrahim Tan Malaka (IBRATA) Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, Ferizal Sultan Purnama Agung, menyampaikan apresiasi atas inisiatif warga Kediri. Semangat mengenang Perjuangan Tan Malaka sangat dihargai.
Selain doa bersama di Kediri, upacara peringatan juga akan diselenggarakan di kota kelahiran Tan Malaka, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Acara tersebut direncanakan berlangsung pada 21 Februari 2026.
Ferizal berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahim antara keluarga besar Limapuluh Kota dengan warga Kediri. Hal ini sekaligus menjadi amalan baik dalam mengenang jasa pahlawan nasional tersebut.
Sumber: AntaraNews