Wapres Gibran Ungkap Alasan Dirinya Hadir di KTT G20 Afrika
Menurut Wakil Presiden (Wapres) Gibran, kehadirannya di KTT G20 Afrika merupakan tugas langsung dari Presiden Prabowo.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menceritakan soal dirinya yang mengikuti kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Afrika. Hal ini disampaikan dalam acara 'Gibran Bicara Bersama Retno Pinasti' Ekslusif Liputan6 SCTV.
Awalnya, Retno yang merupakan Pemimpin Redaksi SCTV&Indosiar ini bertanya kepada Wapres yang menghadiri kegiatan tersebut. Biasanya, Presiden langsung mengikuti acara itu.
"Mas Wapres, tapi ini cukup kaget ya, publik, karena selama ini kan biasanya Presiden Prabowo ya, yang hadir ke event-event Internasional atau ke berbagai lawatan gitu. Dan media sendiri ini baru terinfo itu H-1 mas, bahwa mas Wapres yang akan berangkat ke G20. Nah kalau Mas Wapres sendiri, H-berapa atau udah jauh sebelumnya ditugasi ya oleh Presiden dan seperti apa arahnya mas?," tanya Retno, Rabu (3/12).
"Penugasan resminya itu Senin malam. Saya berangkat Jumat pagi. Ya masih ada inilah waktu untuk berkoordinasi dengan kementerian-kementerian terkait. Kemenlu, Menko Perekonomian, Pak Seskab, Pak Mensesneg," jawab Gibran.
"Kami sebagai pembantu Presiden ditugaskan kapan saja, dimana saja. Harus selalu siap. Harus selalu siap," sambungnya.
Lakukan Koordinasi dengan Menteri Sebelum Acara KTT G20 di Afrika
Selain itu, mantan Wali Kota Solo ini mengaku, tidak gugup dalam menghadiri kegiatan tersebut. Apalagi, Gibran juga melakukan koordinasi dengan menteri-menteri sebelum acara itu berlangsung.
"Ya kami berkoordinasi dengan kementerian terkait. Kita rangkum apa-apa saja yang harus kita sampaikan. Karena ini event besar G20 Summit yang paling bersejarah. Pertama kalinya diadakan di Afrika," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan KTT G20 menjadi kesempatan yang baik untuk Indonesia dalam menyuarakan posisinya di mata dunia.
"Dan pesan-pesan dari Pak Presiden juga sudah kami sampaikan di depan para kepala-kepala negara juga. Ini G20 Summit yang bersejarah dan bisa kita lihat 4 tahun terakhir ini Indonesia itu selalu konsisten untuk menyuarakan keadilan ekonomi global," ungkapnya.
"Jadi kemarin itu kita pertegas posisi Global South di tatanan ekonomi global. Jadi, kita kan dari 4 tahun terakhir ini selalu mendorong, menginisiasi bagaimana tiap-tiap negara itu berhak menentukan arah ekonominya," tambahnya.
Gibran menyebut, dalam beberapa sesi di G20 Summit sempat menyampaikan soal kerjasama, partnership, cooperation yang menurutnya tidak boleh mendikte dan tidak boleh menciptakan ketergantungan.
Arti Kepalkan Tangan
Lalu disela-sela perbincangan Retno dengan Gibran, sempat diputar kembali pidato Gibran pada KTT G20 tersebut. Hal ini membuat Retno tertarik untuk bertanya kepada Gibran ketika mengepalkan dan mengangkat tangan.
"Yang jelas bisa kita lihat. Selama ini negara-negara berkembang itu hanya jadi pasar. Dan negara-negara berkembang itu hanya menjadi pemasok raw material berupa bahan-bahan mentah. Itulah kenapa kemarin saya sampaikan juga di sana. Indonesia di bawah leadership-nya Pak Presiden Prabowo fokus ke hilirisasi," paparnya.
"Jadi nilai tambah di dalam negeri bisa naik, menciptakan lapangan kerja, dan sekali lagi tidak mengirim lagi barang mentah. Yang itu nanti akan dikirim lagi menjadi barang jadi di negara kita. Yang namanya hilirisasi juga bukan berarti hanya hilirisasi tambang saja, tapi hilirisasi pertanian, sektor maritim, hilirisasi digital, semuanya," pungkasnya.