Wapres Gibran Puji Yusril Ihza Mahendra sebagai Tokoh Serba Bisa dan Inspiratif
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti Prof. Yusril Ihza Mahendra sebagai tokoh serba bisa dengan rekam jejak panjang di pemerintahan, menjadi teladan bagi generasi muda.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberikan pujian tinggi kepada Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra. Gibran menyebut Yusril sebagai tokoh yang sangat serba bisa dengan kiprah luas di berbagai bidang. Pujian ini disampaikan dalam acara peluncuran delapan buku rekam jejak Yusril di Jakarta, Sabtu (07/2).
Menurut Gibran, Yusril Ihza Mahendra memiliki pengalaman yang kaya, tidak hanya dalam keagamaan dan hukum, tetapi juga di bidang tata negara dan politik. Kehadiran Yusril di panggung nasional telah memberikan banyak kontribusi signifikan. Gibran secara pribadi menyatakan keinginannya untuk belajar banyak dari pengalaman panjang yang dimiliki Yusril.
Acara peluncuran buku tersebut menandai tujuh dekade perjalanan hidup dan kontribusi Yusril bagi bangsa. Gibran melihat sosok Yusril sebagai teladan, khususnya bagi generasi muda. Beliau berharap Yusril dapat terus menginspirasi banyak pihak melalui pemikiran dan pengabdiannya.
Kiprah Lintas Bidang dan Era Pemerintahan
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, yang kini menjabat sebagai Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas), memang dikenal memiliki rekam jejak yang mengesankan. Gibran menyoroti bagaimana Yusril telah menduduki posisi menteri di berbagai era kepemimpinan presiden. Ini menunjukkan kapasitas dan adaptabilitasnya yang luar biasa dalam menjalankan tugas negara.
Yusril pernah menjabat sebagai Menteri Hukum dan Perundang-undangan serta Menteri Kehakiman dan HAM pada era Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri. Tidak hanya itu, beliau juga dipercaya sebagai Menteri Sekretaris Negara di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kini, Yusril kembali mengemban amanah sebagai Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan di era Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi, siapa pun Presidennya, menterinya Profesor Yusril,” ujar Gibran, mengutip perkataannya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pengalaman Yusril Ihza Mahendra di pemerintahan adalah sebuah konsistensi. Hal ini juga menunjukkan bahwa keahliannya selalu dibutuhkan oleh berbagai pemimpin negara.
Integritas dan Kesetiaan pada Negara
Pengabdian panjang Yusril di pemerintahan bukan sekadar soal jabatan, melainkan cerminan integritas dan kesetiaan yang tinggi kepada negara. Gibran menekankan bahwa Yusril telah menunjukkan komitmen yang berkesinambungan. Hal ini melampaui kepentingan kekuasaan sesaat atau afiliasi politik tertentu.
“Bukan semata soal jabatan, tapi sebuah pengabdian yang berkesinambungan. Lintas rezim yang hanya dapat dilakukan oleh seorang yang memiliki integritas, kejernihan berpikir, dan kesetiaan pada negara, bukan pada kekuasaan sesaat,” kata Gibran. Pernyataan ini menyoroti kualitas pribadi Yusril Ihza Mahendra yang patut dicontoh.
Dedikasi Yusril yang mampu melayani di bawah berbagai presiden menunjukkan bahwa beliau adalah figur yang mengutamakan kepentingan bangsa. Kemampuannya untuk tetap relevan dan berkontribusi aktif di berbagai periode pemerintahan adalah bukti nyata. Ini juga menegaskan kemampuannya untuk beradaptasi dengan dinamika politik nasional.
Harapan dan Inspirasi untuk Generasi Muda
Melihat rekam jejak dan kualitas yang dimiliki Yusril Ihza Mahendra, Gibran berharap beliau dapat terus menjadi sumber inspirasi. Terutama bagi generasi muda Indonesia yang akan menjadi penerus bangsa. Pengalaman dan pemikiran Yusril diharapkan dapat membimbing para pemuda dalam berkarya dan mengabdi.
Gibran secara khusus menyebut dirinya sebagai representasi anak muda yang ingin belajar dari Yusril. Beliau melihat Yusril sebagai mentor yang bisa memberikan banyak pelajaran berharga. Pelajaran ini mencakup bagaimana cara berpolitik, berhukum, dan bernegara dengan integritas.
Peluncuran delapan buku yang merangkum perjalanan hidup Yusril menjadi momentum penting pada Sabtu (7/2/2026). Buku-buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi berharga. Referensi ini dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang kontribusi Yusril Ihza Mahendra. Ini juga dapat menjadi panduan dalam membangun karier pengabdian yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews