Viral Unggahan Video TKA Tewas Dikeroyok, Ini Respons Perusahaan
Insiden tersebut merupakan perkelahian antarkaryawan proyek PT Fajar Metal Industry (FMI), pada 22 Oktober 2025.
PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) meluruskan kabar yang beredar terkait video pengeroyokan tenaga kerja asing (TKA) yang viral di media sosial.
IMIP merupakan perusahaan pengelola kawasan industri berbasis nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Dalam unggahan tersebut disebutkan adanya TKA yang meninggal dunia akibat pengeroyokan di area perusahaan. Pihak IMIP menegaskan informasi itu tidak benar.
Head Media Relation Departemen PT IMIP Dedy Kurniawan menjelaskan bahwa insiden tersebut merupakan perkelahian antarkaryawan proyek PT Fajar Metal Industry (FMI), pada 22 Oktober 2025.
“Pasca kejadian Li Chen hanya mengalami memar ringan di pinggangnya,” ujar Dedy dalam keterangan tertulis, Selasa (28/10).
Kronologi Kejadian
Menurut Dedy, insiden bermula saat Duan Xiaojun hendak mengangkut material konstruksi menggunakan sebuah derek yang sedang tidak dipakai.
“Kemudian dia menggunakan derek itu untuk mengangkat sebuah kotak kayu dari lantai dua,” jelasnya.
Aksi tersebut dilihat Li Chen, yang kemudian menghampiri dan meminta agar pengoperasian derek dihentikan.
Ia menyampaikan bahwa peralatan itu harus lebih dulu digunakan untuk keperluan departemennya.
“Selama perebutan kait derek, keduanya saling dorong. Li Chen kemudian berbalik dan mengambil tongkat kayu dari tanah, lalu memukul helm yang dikenakan Duan Xiaojun,” ungkap Dedy.
Li Chen sempat ditarik mundur oleh rekan-rekannya. Namun tidak lama kemudian, sekitar 15 TKA yang merupakan rekan Duan Xiaojun datang ke lokasi dan secara spontan melakukan pengeroyokan.
“Secara spontan, beberapa orang tersebut kemudian mengeroyok Li Chen hingga jatuh ke tanah. Pemukulan tersebut berlangsung sekitar 30 detik, hingga beberapa di antaranya pula ikut melerai aksi itu,” papar Dedy.
Karyawan Kembali Bekerja
Setelah kejadian, petugas teknik sipil PT FMI langsung mengevakuasi kedua pihak ke klinik IMIP.
Li Chen hanya mengalami memar di area pinggang dan diperbolehkan kembali ke asrama setelah mendapat perawatan. Baik Li Chen maupun Duan Xiaojun juga telah menerima sanksi teguran keras.
“Keduanya mendapat sanksi teguran keras. Sehari setelah kejadian sudah bekerja kembali,” pungkas Dedy.