Siswa Live TikTok saat Tes TKA Bikin Heboh, Begini Tanggapan Wamendikdasmen
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyebut ada kelalaian dari pelaksana dan pengawas mengindahkan peraturan.
Video seorang murid yang live TikTok saat mengerjakan soal tes kemampuan akademik (TKA) viral di media sosial. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyebut ada kelalaian dari pelaksana dan pengawas mengindahkan peraturan.
"Memang ada kasus seperti yang kemarin sempat beredar. Itu kami lihat mungkin kelalaiannya pihak pelaksana, pihak pengawas yang tidak mengindahkan peraturan," ujarnya saat meninjau pelaksanaan TKA di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Makassar, Selasa (4/11).
Saat Mengerjakaan Soal-soal
Fajar menegaskan seharusnya pelaksana dan pengawas TKA mengumpukan handphone milik para murid saat mengerjakaan soal-soal. Ia mengakui ada beberapa lokasi ada pengawas yang kecolongan sehingga murid menggunakan handphone-nya.
"Di beberapa tempat, kejadian anak itu bawa handphone ketika mengerjakan TKA. Jadi hal-hal yang semacam itu kita minimalisir dan kita belajar dari beberapa kesalahan," ungkapnya.
Pelaksanaan TKA
Meski demikian, Fajar menilai pelaksanaan TKA berjalan dengan baik. Di Kota Makassar, Fajar meninjau pelaksanaan TKA di dua sekolah yakni SMA Tri Dharma dan SMKN 2.
"Jadi kami datang dari Jakarta sengaja untuk melihat kegiatan TKA di sekolah ini. Sekaligus juga memotivasi adik-adik kita," kata Fajar.
Fajar mengaku mendapatkan masukan dari siswa terkait kendala teknis saat pelaksanaan TKA. Salah satunya yakni koneksi internet.
"Tadi ada beberapa hal teknis, misalnya soal koneksi internet. Saya minta kepada bapak kepala sekolah tolong diperhatikan supaya ini tidak terjadi. Tapi itu tidak fatal, bisa diselesaikan secara cepat," tuturnya.
Fajar menegaskan pelaksanaan TKA sangat penting bagi sekolah, guru, dan siswa. Ia menyebut dengan TKA, bisa menguji sejauh mana kemampuan siswa.
"Tadi mereka mengatakan TKA ini ternyata penting dan perlu, karena untuk mengetahui kemampuan dari siswa dan juga kemampuan dari guru. Sejauh mana guru bisa mampu meyakinkan siswanya menguasai materi," ucapnya.