Viral Pasien Tak Dilayani, Bupati Kapuas Tegas: Pelayanan Puskesmas Harus Optimal!
Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno bersikap tegas menanggapi viralnya video pasien korban kecelakaan yang diduga tak dilayani di Puskesmas Timpah. Bagaimana nasib Pelayanan Puskesmas Kapuas selanjutnya?
Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah – Sebuah insiden memprihatinkan yang melibatkan dua korban kecelakaan lalu lintas di Puskesmas Timpah, Kapuas, Kalimantan Tengah, baru-baru ini menjadi sorotan publik. Video yang memperlihatkan kedua pasien tidak mendapatkan pelayanan medis segera setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut viral di media sosial, memicu kekhawatiran luas.
Kejadian tragis ini terjadi pada Jumat (3/10) sore sekitar pukul 15.00 WIB, di mana korban terlihat terbaring dan duduk bersandar di teras puskesmas dengan pintu terkunci. Ironisnya, tidak ada satu pun tenaga medis yang tampak di lokasi saat video direkam, sehingga aparat kepolisian yang mendampingi harus berinisiatif mengevakuasi mereka.
Menanggapi kasus ini, Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, menyatakan keprihatinannya dan bersikap tegas. Ia menekankan bahwa masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik, terutama dalam urusan kesehatan, dan insiden semacam ini tidak boleh terulang kembali di fasilitas Pelayanan Puskesmas Kapuas.
Reaksi Tegas Bupati Kapuas
Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, tidak tinggal diam setelah mengetahui video viral yang menunjukkan dugaan kelalaian pelayanan di Puskesmas Timpah. Ia mengaku sangat prihatin dengan kejadian tersebut, mengingat puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
"Apalagi ini sekelas puskesmas di kecamatan yang berada di pinggir jalan lintas," tegas Bupati Wiyatno di Kuala Kapuas. Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya ia memandang insiden yang mencoreng citra Pelayanan Puskesmas Kapuas.
Segera setelah informasi tersebut sampai kepadanya, Bupati Wiyatno langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah beserta kepala dinas terkait untuk segera melakukan pengecekan di lapangan. Langkah cepat ini diambil untuk memastikan kebenaran informasi dan menindaklanjuti pihak yang bertanggung jawab.
Bupati menegaskan bahwa masyarakat harus mendapatkan pelayanan terbaik, terutama dalam kondisi darurat yang menyangkut kesehatan. Ia menekankan bahwa insiden seperti ini "sebenarnya tidak boleh terjadi" dan menuntut perbaikan sistem Pelayanan Puskesmas Kapuas secara menyeluruh.
Penjelasan dan Tindakan Dinas Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, juga merespons cepat instruksi Bupati. Ia menyatakan akan segera mengecek langsung kondisi di Puskesmas Timpah untuk mendapatkan informasi yang akurat dari kedua belah pihak.
dr. Tonun Irawaty Panjaitan mengungkapkan bahwa jika informasi yang beredar di media sosial itu benar, maka sangat disayangkan. Ia menekankan bahwa ini adalah masalah pelayanan publik yang berhubungan erat dengan kemanusiaan, sehingga tidak bisa ditoleransi.
"Dan kita akan ambil sikap tegas terhadap Kepala Puskesmas Timpah," kata dr. Tonun, menunjukkan komitmen Dinas Kesehatan untuk menegakkan disiplin. Namun, ia juga menambahkan bahwa jika keterangan dari kepala puskesmas yang benar, pihaknya akan melakukan pembinaan agar pegawai lebih bijak dalam menjalankan tugas.
Berdasarkan keterangan awal dari Kepala Puskesmas Timpah, insiden tersebut terjadi karena dua orang petugas puskesmas yang seharusnya berjaga kebetulan keluar mencari makan di pasar. Setelah pasien kecelakaan tiba, staf yang ada di rumah dinas sebelah gedung rawat inap melihat dan membawa masuk pasien ke ruang IGD, sebelum petugas jaga kembali.
Kronologi Kejadian Viral
Video yang menjadi pemicu kegaduhan ini memperlihatkan dua korban kecelakaan lalu lintas yang belum diketahui identitasnya terdampar di Puskesmas Timpah. Rekaman tersebut menunjukkan kondisi memprihatinkan pada Jumat (3/10) sore, di mana salah satu korban terbaring lemah di lantai, sementara korban lainnya hanya bisa duduk bersandar di teras.
Pemandangan yang lebih ironis adalah saat kedua korban tiba, pintu puskesmas justru tertutup rapat dan diikat menggunakan seutas tali. Tidak ada tanda-tanda kehadiran tenaga medis di lokasi, membuat para korban tidak mendapatkan pertolongan pertama yang seharusnya.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat yang menyaksikan video tersebut. Publik mempertanyakan standar Pelayanan Puskesmas Kapuas, khususnya di daerah yang seharusnya menjadi pusat pertolongan pertama bagi warga.
Beruntung, aparat kepolisian yang mendampingi para korban tidak menyerah. Mereka berinisiatif untuk membuka pintu dan mengevakuasi kedua pasien ke dalam ruangan, memastikan mereka mendapatkan penanganan lebih lanjut meskipun tanpa kehadiran petugas medis yang seharusnya berjaga.
Sumber: AntaraNews