Update BNPB: Mayoritas Wilayah Terdampak Bencana Sumatra Masuk Fase Pemulihan
Dari 52 kabupaten kota terdampak di Sumatera, tinggal dua kabupaten yang menetapkan atau melanjutkan status tanggap darurat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sebagian besar wilayah yang terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh kini telah memasuki tahap pemulihan. Dari total 52 kabupaten dan kota yang mengalami dampak, hanya tersisa dua daerah yang masih berada dalam status tanggap darurat.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa kedua daerah tersebut terletak di Provinsi Aceh, yaitu Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Sementara itu, wilayah lainnya di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah beralih ke fase transisi darurat menuju pemulihan.
"Dari 52 kabupaten kota terdampak di Sumatera, tinggal dua kabupaten yang menetapkan atau melanjutkan status tanggap darurat, yaitu Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Sementara yang lainnya, baik di Sumatera Barat maupun di Sumatera Utara, semuanya sudah masuk dalam fase transisi darurat ke pemulihan," ungkap Suharyanto di Jakarta, Rabu (11/2).
Ia menambahkan bahwa situasi ini menunjukkan kemajuan dalam penanganan bencana di tingkat kabupaten dan provinsi. Namun, beberapa masalah di tingkat desa dan kecamatan masih memerlukan perhatian lebih lanjut.
"Artinya, meskipun masih banyak permasalahan di desa, di kecamatan, tapi secara kabupaten, secara provinsi, semuanya sudah mengarah ke arah yang lebih baik," tuturnya.
Jumlah Pengungsi Menurun
BNPB mencatat adanya penurunan yang signifikan dalam jumlah pengungsi. Pada puncaknya, yaitu pada tanggal 8 Desember 2025, jumlah pengungsi tercatat lebih dari satu juta jiwa.
"Jumlah pengungsi ini terjadi penurunan yang cukup signifikan. Puncaknya tanggal 8 Desember 2025 sampai 1.057.482 jiwa," ujar Suharyanto.
Penurunan ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam menangani bencana mulai membuahkan hasil positif. Sebagian besar wilayah yang terdampak bencana adalah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, yang menjadi bukti kerja cepat pemerintah dalam penanganan. Diharapkan, masyarakat yang terdampak kini dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan layak.