UMPR Siap Jadi Penyelenggara Program Pengembangan SDM Sawit Berkelanjutan Mulai 2026
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) menyatakan kesiapannya untuk menjadi penyelenggara program Pengembangan SDM Sawit mulai tahun 2026, mendukung keberlanjutan sektor strategis ini di Indonesia.
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) telah menyatakan kesiapannya untuk berperan aktif sebagai penyelenggara program pengembangan sumber daya manusia (SDM) di industri kelapa sawit. Kesiapan ini diumumkan oleh Rektor UMPR, Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf SSos MAP, di Palangka Raya. Program ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.
Langkah strategis ini diambil UMPR guna mendukung kebijakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam upaya pengembangan SDM perkebunan sawit secara berkelanjutan. UMPR mengajukan dua program studi andalannya, yaitu Agroteknologi dan Kehutanan, untuk menjadi bagian dari inisiatif penting ini. Kedua prodi tersebut akan fokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM.
Melalui partisipasi ini, UMPR berambisi untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing SDM perkebunan kelapa sawit. Fokusnya meliputi sektor hulu hingga hilir, memastikan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri.
Peran Strategis UMPR dalam Peningkatan Kompetensi SDM Sawit
Rektor UMPR, Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf SSos MAP, menegaskan bahwa pengajuan dua program studi, Agroteknologi dan Kehutanan, merupakan wujud komitmen UMPR. Kedua prodi ini diusulkan untuk menjadi penyelenggara peningkatan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, dan daya saing SDM perkebunan kelapa sawit. Program ini akan mencakup seluruh spektrum industri, dari hulu hingga hilir, secara berkelanjutan.
Partisipasi UMPR sebagai lembaga penyelenggara program Pengembangan SDM Sawit mulai tahun 2026 bertujuan untuk mendukung penuh pelaksanaan kebijakan BPDP. Kebijakan ini krusial dalam memastikan pengembangan SDM perkebunan sawit yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan mampu mencetak SDM unggul.
UMPR melihat potensi besar dalam industri sawit, terutama di Kalimantan Tengah yang merupakan salah satu wilayah pengembangan utama. Ketersediaan SDM yang kompeten secara teknis, manajerial, dan kewirausahaan sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit yang terus berkembang.
Kontribusi Industri Sawit dan Kebutuhan SDM di Kalteng
Industri perkebunan kelapa sawit diakui sebagai salah satu sektor strategis yang memiliki peran vital dalam pembangunan perekonomian nasional Indonesia. Sektor ini berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penerimaan devisa negara. Selain itu, industri sawit juga menjadi penyerap tenaga kerja yang besar melalui kegiatan perkebunan dan industri pengolahan minyak sawit mentah (CPO) beserta produk turunannya.
Muhamad Yusuf menjelaskan bahwa peran strategis ini menjadikan sektor kelapa sawit sebagai pilar utama pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kalimantan Tengah, khususnya, merupakan salah satu pusat pengembangan perkebunan kelapa sawit dengan luasan areal yang masif. Kontribusi ekonominya sangat signifikan, sekaligus menyediakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Besarnya potensi industri sawit di Kalimantan Tengah menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni. SDM ini harus memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan kewirausahaan yang sesuai dengan standar dan kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit. Oleh karena itu, program Pengembangan SDM Sawit menjadi sangat relevan.
Dukungan Penuh dari GAPKI dan APKASINDO untuk Program UMPR
Inisiatif UMPR untuk menjadi penyelenggara program Pengembangan SDM Sawit mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait. Plt Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Tengah, Au Rizky Djaya D, secara resmi memberikan rekomendasi dan menyatakan komitmennya. GAPKI Kalteng siap mendukung UMPR dalam pengajuan proposal penyelenggara Pengembangan Sumber Daya Manusia ini.
Harapan besar disampaikan oleh Au Rizky Djaya D agar anak-anak petani kelapa sawit, khususnya dari keluarga karyawan perusahaan anggota GAPKI Kalimantan Tengah, dapat mengikuti program ini. Partisipasi mereka diharapkan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang ditetapkan oleh BPDP. Ini akan membuka peluang pendidikan dan peningkatan kapasitas.
Dukungan serupa juga datang dari Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kalteng, JMT Pandiangan, dan Sekretaris DPW APKASINDO Kalteng, Dandan Ardi. Keduanya menegaskan bahwa DPW APKASINDO Provinsi Kalteng memberikan rekomendasi serta dukungan penuh terhadap proposal UMPR. Proposal ini dinilai memiliki nilai strategis dan relevansi tinggi karena menargetkan anak-anak petani kelapa sawit sebagai peserta utama.
JMT Pandiangan menambahkan bahwa program ini diharapkan mampu membuka akses peningkatan kapasitas pendidikan dan keterampilan bagi generasi muda petani sawit. Ini merupakan bagian penting dari upaya regenerasi petani sawit rakyat yang berkelanjutan, memastikan masa depan industri sawit tetap cerah.
Sumber: AntaraNews