ULM Dampingi Peneliti Belanda dalam Riset Pertanian Terintegrasi di HSU, Dorong Keberlanjutan Pangan
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendampingi peneliti asal Belanda dalam riset pertanian terintegrasi di Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel, demi sistem pangan berkelanjutan.
Tim Universitas Lambung Mangkurat (ULM) secara aktif mendampingi seorang peneliti asal Wageningen University & Research, Belanda, dalam sebuah riset penting. Penelitian ini berfokus pada sistem pertanian terintegrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Peneliti yang didampingi adalah Siep Missaar, mahasiswa program Magister Ilmu Peternakan, yang khusus menyoroti peranan sektor peternakan dalam sistem tersebut.
Prof Ika Sumantri dari Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian ULM, bersama Dr. Dewi Anggraini dari Program Studi Statistika FMIPA ULM, memberikan arahan akademik. Mereka juga turut serta dalam pendampingan lapangan kepada Siep Missaar selama pelaksanaan penelitian. Kolaborasi ini memastikan riset berjalan sesuai standar ilmiah dan relevan dengan kondisi lokal.
Sebagai pakar teknologi pakan, Prof Ika mengungkapkan bahwa riset ini bertujuan menggambarkan kondisi sistem pertanian masyarakat. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi peluang pengembangan sektor pertanian secara berkelanjutan di wilayah tersebut. Pendekatan integrated farming systems menjadi kunci utama dalam upaya ini.
Peran Peternakan dalam Sistem Pertanian Terpadu
Siep Missaar, mahasiswa Magister Ilmu Peternakan dari Wageningen University & Research, memfokuskan penelitiannya pada peranan sektor peternakan. Ia menganalisis bagaimana peternakan berkontribusi dalam sistem pertanian terintegrasi yang diterapkan di HSU. Pendekatan ini penting untuk memahami dinamika ekosistem pertanian lokal.
Prof Ika Sumantri, yang merupakan pakar teknologi pakan, menjelaskan lebih lanjut mengenai tujuan riset ini. Penelitian yang diusung oleh mahasiswa Belanda tersebut bertujuan untuk memetakan kondisi sistem dan praktik pertanian yang saat ini diterapkan oleh masyarakat setempat. Pemetaan ini menjadi dasar untuk identifikasi potensi.
Lebih lanjut, riset ini berupaya mengidentifikasi peluang pengembangan sektor pertanian secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan melalui pendekatan integrated farming systems atau sistem pertanian terpadu. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antar komponen pertanian.
Sistem pertanian terpadu ini tidak hanya menitikberatkan pada produksi pangan yang optimal. Namun, ia juga memperhatikan berbagai fungsi lain yang krusial. Fungsi tersebut meliputi dukungan terhadap keberlanjutan mata pencarian petani lokal serta menjaga kelestarian lingkungan.
Kolaborasi Riset ULM dan Wageningen University untuk Kalsel
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi ULM, Dr. Yusuf Azis, menyatakan pentingnya kolaborasi ini. Kehadiran mahasiswa internasional ini menjadi peluang strategis dalam memperkuat riset berbasis potensi lokal. Ini juga membuka jalan bagi pertukaran pengetahuan yang berharga.
Dr. Yusuf Azis juga berharap bahwa penelitian ini akan memberikan kontribusi nyata. Kontribusi tersebut ditujukan untuk pengembangan sistem pertanian berkelanjutan di Kalimantan Selatan. Selain itu, riset ini diharapkan dapat memperkaya perspektif global dalam pengelolaan sektor peternakan.
Wageningen University & Research sendiri dikenal sebagai institusi akademik terkemuka di Belanda. Universitas riset ini berlokasi di kota Wageningen, Provinsi Gelderland, dan sangat mengkhususkan diri dalam ilmu hayati. Fokus utamanya mencakup mata kuliah pertanian, teknik, dan rekayasa.
Sebagai universitas negeri, Wageningen University & Research merupakan pusat penting secara global. Institusi ini diakui untuk ilmu hayati dan penelitian pertanian yang inovatif. Kemitraan dengan ULM menegaskan komitmen mereka terhadap riset global.
Sumber: AntaraNews