Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menegaskan komitmennya untuk memperkuat riset dan inovasi di sektor pertanian. Langkah ini diambil guna mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. ULM, sebagai perguruan tinggi negeri terakreditasi Unggul di Kalimantan Selatan, ditunjuk secara langsung oleh pemerintah.
Penunjukan ini bertujuan agar ULM dapat berkontribusi signifikan melalui penguatan riset serta inovasi di sektor pertanian. Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, menyatakan hal ini di Banjarmasin pada Minggu, 15 Maret. ULM menjadi bagian dari 18 perguruan tinggi yang akan berkolaborasi dalam agenda strategis pemerintah.
Kolaborasi ini secara khusus berfokus pada sektor ketahanan pangan, melibatkan sinergi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kesepakatan bersama telah ditandatangani di Jakarta, menandai dimulainya upaya kolektif untuk swasembada pangan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
ULM merupakan salah satu dari 18 perguruan tinggi yang terpilih untuk mendukung agenda strategis pemerintah dalam ketahanan pangan. Keterlibatan ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas riset dan inovasi yang dimiliki ULM. Perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.
Kolaborasi ini melibatkan tiga pilar utama: Kemendikbudristek, Kementan, dan BRIN. Sinergi lintas kementerian dan lembaga riset ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem riset pertanian yang kuat. Tujuan utamanya adalah mempercepat lahirnya inovasi yang relevan dan aplikatif.
Penandatanganan kesepakatan bersama telah dilakukan di Jakarta, dihadiri oleh perwakilan dari 18 perguruan tinggi yang terlibat. Momen ini menjadi tonggak penting bagi upaya nasional dalam mencapai swasembada pangan. Keterlibatan berbagai pihak menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi tantangan pangan.
Advertisement
Advertisement
Salah satu bentuk implementasi konkret dari kerja sama ini adalah pengembangan program penanaman komoditas. Program ini mencakup penanaman 100 hektare jagung dan kopi di wilayah yang akan ditentukan. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari penguatan ekosistem riset dan hilirisasi pertanian.
Rektor ULM menjelaskan bahwa program penanaman ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas. Lebih dari itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan nilai tambah melalui proses hilirisasi komoditas pertanian. Hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing produk.
ULM berharap bahwa kolaborasi ini akan mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang berkelanjutan. Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menciptakan produk olahan bernilai tinggi. Pendekatan ini selaras dengan visi pemerintah untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh.
Advertisement
Advertisement
Prof. Ahmad Alim Bachri mengungkapkan harapannya agar kolaborasi ini dapat menciptakan sistem pangan yang tangguh. Sistem ini harus berkelanjutan dan secara fundamental berbasis pada hasil riset ilmiah. Keterlibatan berbagai pihak menjadi fondasi utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, kementerian, dan lembaga riset nasional, Indonesia dapat membangun ketahanan pangan yang kuat. Inovasi yang dihasilkan dari riset akan menjadi motor penggerak utama. Hal ini akan memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Komitmen ULM dan partisipasi 18 perguruan tinggi lainnya menegaskan peran strategis pendidikan tinggi. Mereka tidak hanya sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam pembangunan nasional. Upaya kolektif ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi sektor pertanian Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews