Tujuh Korban Ponpes Al Khoziny Ambruk Teridentifikasi, Ada di Lantai Dasar dan Terhimpit Balok Besar
Tujuh orang itu tidak dapat dievakuasi apabila struktur tersebut tidak diangkat atau dipindahkan.
Golden Time atau masa kritis telah habis. Petugas terpaksa menggunakan alat berat untuk melakukan evakuasi 59 santri diduga masih menjadi korban reruntuhan gedung pondok pesantren Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Tujuh korban saat ini diidentifikasi berada pada suatu sektor di lantai dasar dengan posisi terhimpit balok besar.
Kasubdit RPDO (Pengerahan dan Pengendalian Operasi) Basarnas, Emi Frizer menjelaskan, proses evakuasi dengan menggunakan alat berat ini tidak dilakukan secara sembarangan. Alat berat digunakan masih sebatas alat crane.
"Jadi kita menggunakan crane, tidak menggunakan dozer," kata Emi.
Evakuasi Pakai Alat Berat
Fase evakuasi menggunakan alat berat crane ini dilakukan untuk mengangkat puing-puing berat di lokasi kejadian. Menurut Emi, penggunaan alat berat itu dengan syarat puing berat tidak terkoneksi satu dengan lainnya.
"(Diangkat) Satu-satu seperti tadi disampaikan oleh Kepala Basarnas, diangkat dulu puing-puing yang tidak terkoneksi. Setelah yang terkoneksi selesai, diambil blok-blok, tetapi yang kurang dari 5 ton. Kalau dia lebih dari 5 ton, maka akan dilakukan proses cutting. Setelah diangkat satu blok, maka akan di-assessment," ujar Emi.
Setiap usai melakukan pengangkatan puing, Emi menuturkan, pihak Basarnas akan selalu melakukan scanning ulang. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah ada target yang dicari atau tidak.
"Apakah ada target dalam pencarian di lokasi. Kalau tidak ada, dilanjut fase berikutnya pengangkatan lagi. Setiap pengangkatan benda yang sebesar, akan dilakukan scanning ulang," kata dia.
Proses Evakuasi
Emi juga menambahkan saat ini terdapat tujuh orang yang terdeteksi berada di sektor A2. Sektor tersebut, diakuinya berada di lantai dasar dan terhimpit sebuah balok besar. Ke tujuh orang itu, diakuinya tidak dapat dievakuasi bila struktur tersebut tidak diangkat atau dipindahkan.
"Kami sampaikan, tujuh orang yang ada di sektor A2, posisinya berada di lantai dasar. Dan itu posisinya di bawah himpitan balok besar. Tidak bisa dievakuasi kalau tidak struktur atas ini diangkat. Itu yang pertama. Yang kedua, kenapa ini segera berpindah," pungkasnya.
Hingga Kamis (2/10) siang, BNPB mencatat total 108 korban telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 103 orang selamat dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lima lainnya dinyatakan meninggal dunia.