TNI Ungkap Upaya Adu Domba Lewat Framing Negatif Selama Demo Berlangsung
Di tengah upaya memperkuat sinergi dengan Polri, muncul upaya provokatif.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut dikerahkan untuk membantu pengamanan dalam rangkaian aksi unjuk rasa yang terjadi dalam dua pekan terakhir.
Namun, di tengah upaya memperkuat sinergi dengan Polri, muncul upaya provokatif dari pihak tertentu yang mencoba memecah soliditas TNI-Polri melalui penyebaran informasi menyesatkan di media sosial.
"Pada kesempatan kali ini izinkan saya berupaya meluruskan beberapa hal yang kami anggap sebagai hoax," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Freddy Ardianzah saat jumpa pers di Mabes TNI Jakarta, Jumat (5/9).
Freddy mebeberkan, framing pemberitaan negatif yang diterima institusinya tidak hanya di Jakarta tapi juga terjadi di beberapa kota lain. Menurut dia, hal itu sangat menyakiti hati prajurit militer yang berjibaku di lapangan melawan massa anarkis.
"Terus terang saya sampaikan, dampak dari pemberitaan yang meluas terkait dengan TNI dalang kerusuhan, TNI tertangkap-ditangkap Polri, kemudian TNI provokator, itu betul-betul bagi kami statement maupun pemberitaan yang melukai hati para prajurit dan instansi TNI," kecewa Freddy.
Padahal menurut dia, anggota TNI di lapangan berjuang mempertahankan agar tidak ada rakyat yang terluka akibat massa anarkis. Mereka rela mengorbankan diri bahkan harus terkena timpukan batu hingga molotov.
"Prajurit, itu bekerja dengan tulus ikhlas, membantu Polri untuk meredam berbagai aksi kerusuhan. Jadi sama-sama, sama-sama kepanasan, sama-sama kena lempar batu, sama-sama kena lempar hebel, sama-sama kena gas air mata, bahkan ada yang kena bom molotov. Tapi jangan sampai framing-framing negatif, itu malah lebih kuat daripada segala apa yang kita kerjakan selama ini," beber Freddy.
Berikut serangkaian berita hoax yang mendiskreditkan TNI di media sosial selama aksi demo di beberapa kota yang berujung ricuh dan anarkis.
TNI Disebut Massa Provokator Demo dan Ditangkap Brimob
Seorang anggota TNI bernama Mayor SS didekati Brimob saat sedang bertugas dalam memantau demo di Jakarta 28 Agustus 2025. Brimob yang mencurigai glagatnya menghampiri dan diinterogasi soal indentitas.
Setelah diketahui bahwa Mayor SS berasal dari badan intelijen strategis (BAIS) TNI dengan menunjukkan kartu tanda anggota dan surat tugas, Brimob tersebut pun melakukan foto bersama sebagai bentuk sinergitas dan solitidas. Sayangnya, foto tersebut justru viral dan dibumbui framing negatif kepada TNI dengan tudingan Brimob menangkap seorang provokator yang memiliki KTA TNI.
Disangka Pendemo Ricuh, TNI Ditangkap Padahal Sedang Mau Cari Makan
Video viral yang menunjukkan seorang anggota TNI (Pratu Handika Novaldo) diamankan oleh personel Brimob Polda Sumsel saat demo kerusuhan di DPRD Sumsel Minggu (31/8/2025) dini hari. Tanpak Pratu Handika seperti dipiting saat diamankan dan kembali menabur bumbu anggota TNI sebagai provokator di balik rusuhnya demo.
Namun setelah didudukkan bersama dan dilaksanakan klarifikasi dari Komandan Satauan Brimob Polda Sumatera Selatan Kombes Susnadi, memohon maaf atas penindakan yang berlebihan dan kesalahpahaman yang terjadi pada anggota TNI AD Pratu Handika Novaldo saat aksi berujung rusuh di kantor DPRD Sumsel dan Ditlantas di Kota Palembang tersebut.
Menurut Kapendam Il/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar menegaskan, prajuritnya tersebut sama sekali tidak terlibat aksi unjuk rasa maupun provokasi, melainkan sedang mencari makan dan mengisi BBM motor saat peristiwa terjadi di SPBU.
Provokator Demo Ngaku Anggota TNI saat Demo di Sumatera Utara
Peristiwa terjadi pada Senin, 1 September 2025 sekitar pukul 16.58 WIB, ketika massa dari Aliansi Akbar melaksanakan orasi di depan Kantor DPRD Sumut.
Seorang pria bernama Fajri Buhang (26 tahun), warga Medan Tembung, diamankan oleh peserta aksi setelah kedapatan mengambil dokumentasi dari depan barisan massa. Tindakan dilakukan merujuk pada ajakan provokasi, namun ketika digiring oleh massa aksi yang menyuarakan tuntutan murni, dia mengaku sebagai anggota TNI.
Mengetahui hal itu, massa kemudian menyerahkan pria tersebut kepada aparat kepolisian yang berjaga. Saat diperiksa yang bersangkutan tidak dapat menyebutkan identitas dan menunjukkan kartu tanda anggotanya sebagai TNI.
Dengan demikian, polisi yang mengiterogasi meyakini dia hanya mengaku-ngaku sebagai TNI demi tujuan tertentu yang tengah didalami lebih lanjut.
Berita Hoax: Pemuda dituding anggota TNI dan tertangkap ikut menjadi provokator kerusuhan di Ternate.
Kapolres Ternate AKBP Anita dan Dandim 1501/Ternate Letkol Inf Jani Setiadi melalui keterangan pers resmi di Polres Ternate, didampingi ibu dari seorang pemuda yang diamankan, menjelaskan bahwa anaknya bukan anggota TNI, melainkan seorang pelajar berusia 16 tahun bernama Paskal Mamangkey.
Paskal saat tanggal 1 September 2025 viral di media sosial akun tiktok Timkurvepart2 yang menarasikan anggota TNI diciduk karena ikut demo dan membuat kekacauan,
Polisi dan TNI pun menjelaskan bahwa itu tidak benar, Oknum tersebut bukan Anggota TNI melainkan seorang anak yang berumur 16 tahun bernama Pascal Mamangkey.
Pria Mengaku Diperintah Anak TNI untuk Serang Markas Brimob Cikeas
Viral sebuah video pengakuan tersangka berinisial M yang menyebut dirinya diperintah anak anggota TNI untuk menyerang Markas Brimob Cikeas 31 Agustus 2025.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan hal itu tidak benar alias hoax.
Pengakuan tersangka M hanya akal-akalan agar bisa lolos dari proses hukum. la sengaja mencatut nama anak anggota TNI supaya mendapat perlindungan.