Tim Trauma Healing TNI AL Pulihkan Kondisi Psikologis Anak-Anak Terdampak Bencana di Bireuen
Sebanyak empat personel psikolog TNI AL yang tergabung dalam unsur onboard KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW)-992 turun langsung ke tenda-tenda pengungsian.
Di tengah duka pascabencana yang melanda Kabupaten Bireuen, senyum kembali merekah di wajah anak-anak pengungsi di wilayah Peusangan. Pada Selasa (30/12), Tim Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial) hadir membawa misi kemanusiaan untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana.
Sebanyak empat personel psikolog TNI AL yang tergabung dalam unsur onboard KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat (RJW)-992 turun langsung ke tenda-tenda pengungsian. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama antara Kodaeral I, Koarmada I, Yonkes Marinir, serta Yon 8 Marinir.
Kegiatan trauma healing yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut dikemas secara santai dan interaktif. Tim Dispsial membaur bersama anak-anak melalui berbagai aktivitas fun games dan ice breaking. Suasana ceria pun tercipta saat anak-anak mengikuti permainan yang dirancang untuk membantu proses self-healing dan mengurangi dampak trauma.
"Kami ingin anak-anak tahu bahwa mereka tidak sendirian. Melalui permainan dan interaksi ini, kami membantu mereka bangkit dan beradaptasi kembali dengan lingkungan sekitar, agar luka batin akibat bencana perlahan dapat pulih," ujar salah satu personel Tim Dispsial.
Pendekatan Spiritual
Selain kegiatan bermain, pendekatan spiritual juga menjadi bagian dari upaya pemulihan. Tim mengajak anak-anak berdialog ringan mengenai nilai-nilai keagamaan, termasuk membaca surat-surat pendek Al-Qur’an. Para personel memberikan penguatan bahwa cobaan yang dihadapi merupakan bagian dari proses membentuk pribadi yang tangguh.
"Tetap semangat dan jangan lupa terus berdoa kepada Tuhan. Harapan akan hari esok yang lebih baik selalu ada," pesan para personel kepada anak-anak pengungsi.
Wujud Nyata Kehadiran Negara
Kehadiran TNI AL di Bireuen tidak hanya menjalankan tugas operasional, tetapi juga menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana. Dukungan psikologis ini diharapkan dapat membantu anak-anak dan masyarakat memiliki kekuatan mental dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menekankan kepada seluruh prajurit Jalasena agar selalu sigap dan responsif dalam penanganan bencana, khususnya di wilayah terdampak seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.