Thailand Resmi Buka ASEAN Para Games ke-13, Semangat Kesetaraan Berkobar di Nakhon Ratchasima
Pesta olahraga disabilitas se-Asia Tenggara, ASEAN Para Games ke-13, resmi dibuka di Nakhon Ratchasima, Thailand, dengan mengusung semangat kesetaraan dan kebanggaan kolektif.
Pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia Tenggara, ASEAN Para Games ke-13, telah resmi dibuka dengan meriah di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada Selasa malam, 20 Januari 2025. Upacara pembukaan yang berlangsung di 80th Birthday Anniversary Stadium ini menandai dimulainya kompetisi yang akan mempertemukan para atlet disabilitas dari sebelas negara di kawasan. Acara ini diharapkan dapat memperkuat persahabatan antarnegara serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas yang universal.
Prosesi penyalaan obor menjadi puncak acara pembukaan, di mana empat perwakilan atlet tuan rumah secara bergantian membawa obor mengelilingi seluruh kontingen. Sebelumnya, kemeriahan sudah terasa melalui serangkaian pertunjukan musik, tarian tradisional, kembang api spektakuler, dan parade kontingen negara peserta yang memukau ribuan penonton. Thailand, sebagai tuan rumah, ingin menonjolkan semangat kesetaraan dan kebanggaan kolektif melalui perhelatan akbar ini.
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, atau Rama X, secara resmi membuka ASEAN Para Games ke-13 setelah menyampaikan pidato kerajaan yang penuh harapan. Beliau menyambut seluruh kontingen dan berharap ajang dua tahunan ini dapat menjadi wadah untuk mempererat tali persahabatan serta menunjukkan sportivitas tinggi. Motto "Create Pride Together" yang diusung edisi kali ini menjadi representasi kuat dari tujuan mulia tersebut.
Semangat Persatuan dan Kebanggaan Kolektif di ASEAN Para Games ke-13
Motto "Create Pride Together" menjadi landasan filosofis penyelenggaraan ASEAN Para Games ke-13 di Thailand, mencerminkan semangat persatuan yang kuat. Motto ini merepresentasikan kebanggaan bersama seluruh atlet, ofisial, dan masyarakat dalam membangun identitas kolektif melalui olahraga. Pesan kesetaraan dan inklusi menjadi inti dari setiap rangkaian acara yang disajikan.
Pembukaan pesta olahraga ini diawali dengan pertunjukan budaya yang memukau, menampilkan kekayaan seni dan tradisi Thailand. Musik dan tarian yang energik, dilengkapi dengan semarak kembang api, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan dan inspirasi. Parade kontingen dari sebelas negara peserta juga turut memeriahkan suasana, menunjukkan keragaman dan persatuan di antara bangsa-bangsa Asia Tenggara.
Puncak acara adalah prosesi penyalaan obor yang dilakukan oleh atlet-atlet kebanggaan Thailand, simbol dimulainya perjuangan para atlet. Raja Thailand Maha Vajiralongkorn turut memberikan sambutan kerajaan yang menggarisbawahi pentingnya persahabatan dan sportivitas. Beliau secara resmi membuka ASEAN Para Games ke-13, memberikan restu dan semangat kepada seluruh partisipan untuk berkompetisi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga.
Detail Penyelenggaraan dan Partisipasi Negara di ASEAN Para Games ke-13
ASEAN Para Games ke-13 tahun 2025 dipusatkan di Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand, berlangsung mulai 20 hingga 26 Januari. Namun, terdapat pengecualian untuk cabang olahraga Tenpin Bowling, yang diselenggarakan secara khusus di Kota Bangkok. Pemilihan dua lokasi ini menunjukkan kesiapan Thailand dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan teknis pertandingan.
Penyelenggaraan ajang ini berada di bawah naungan ASEAN Para Sports Federation (APSF), organisasi yang bertanggung jawab atas pengembangan olahraga disabilitas di Asia Tenggara. Sesuai kebijakan federasi, negara tuan rumah SEA Games pada periode yang sama juga akan bertindak sebagai tuan rumah ASEAN Para Games. Ini memastikan kesinambungan dan dukungan logistik yang optimal untuk kedua event olahraga tersebut.
Sebanyak 493 medali emas akan diperebutkan dalam 19 cabang olahraga utama dan dua cabang ekshibisi. Total 1.700 atlet dari sebelas negara peserta akan berpartisipasi dalam kompetisi ini. Negara-negara tersebut meliputi Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, dan Myanmar, semuanya bersatu dalam semangat persaingan yang sehat.
Kontingen Indonesia Siap Berjuang di Berbagai Cabang Olahraga
Kontingen Indonesia menunjukkan komitmen kuatnya dalam ASEAN Para Games ke-13 dengan mengirimkan 290 atlet terbaiknya. Para atlet ini akan bertanding di 18 cabang olahraga yang berbeda, menunjukkan spektrum luas kemampuan dan dedikasi mereka. Kehadiran kontingen Indonesia diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi seluruh masyarakat.
Cabang-cabang olahraga yang diikuti oleh Indonesia mencakup para atletik, para bulu tangkis, dan para tenis meja, yang merupakan disiplin populer di ajang ini. Selain itu, atlet Indonesia juga akan berkompetisi di boccia, sepak bola cerebral palsy (CP), dan bola basket kursi roda. Partisipasi di berbagai cabang ini menegaskan kesiapan Indonesia untuk bersaing di level tertinggi.
Dengan total 290 atlet yang siap berjuang, kontingen Indonesia memiliki tekad kuat untuk mengharumkan nama bangsa dan negara. Setiap atlet telah menjalani persiapan intensif, menunjukkan semangat pantang menyerah dan dedikasi luar biasa. Mereka akan berusaha memberikan penampilan terbaik demi meraih prestasi tertinggi di panggung olahraga regional.
Sumber: AntaraNews