Tahukah Anda? Bank Dunia Siap Suntik Dana untuk Gisco, Inisiatif Industri Hijau Indonesia
Menteri Perindustrian umumkan Bank Dunia akan berikan dukungan penuh, termasuk pinjaman lunak, untuk Gisco, perusahaan layanan industri hijau yang percepat dekarbonisasi Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengumumkan dukungan penuh Bank Dunia untuk Green Industry Service Company (Gisco). Inisiatif ini bertujuan mempercepat dekarbonisasi industri di Indonesia.
Dukungan tersebut meliputi masukan penasihat serta komitmen pinjaman lunak untuk infrastruktur. Bank Dunia juga akan menyediakan hibah bagi proses bisnis Gisco.
Pernyataan ini disampaikan Kartasasmita di Konferensi Kumparan Green Initiative 2025, Jakarta, Kamis (18/9). Gisco ditargetkan meluncur pada paruh kedua tahun 2026 setelah proses administrasi selesai.
Peran Strategis Gisco dalam Dekarbonisasi Industri Nasional
Gisco direncanakan sebagai bagian dari program Bank Dunia di Indonesia, berfungsi sebagai platform terintegrasi. Platform ini akan menawarkan bantuan teknis, penilaian efisiensi sumber daya, dan perhitungan jejak karbon.
Selain itu, Gisco akan menyediakan perencanaan transisi hijau dan akses terhadap pembiayaan hijau bagi pelaku industri. Inisiatif ini diharapkan mampu menjembatani antara pelaku industri, penyedia teknologi, dan lembaga keuangan.
Menteri Kartasasmita menyatakan, “Kami menargetkan Gisco menjadi pendorong ekosistem industri hijau nasional yang selaras dengan standar internasional.” Inisiatif ini juga telah disetujui oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Peningkatan emisi dari sektor manufaktur Indonesia telah berlipat ganda antara tahun 2011 dan 2023. Sekitar 73 persen emisi berasal dari peningkatan konsumsi energi industri, termasuk penggunaan bahan bakar fosil. Tanpa tindakan yang tepat, emisi diproyeksikan akan berlipat ganda lagi pada tahun 2050. “Ini sudah lama menjadi peringatan bagi kami. Pembentukan Gisco adalah bagian dari upaya kami untuk menjawab peringatan itu,” kata Kartasasmita.
Sektor Prioritas dan Manfaat Ekonomi Industri Hijau
Kementerian Perindustrian telah mengidentifikasi sembilan sektor prioritas untuk dekarbonisasi. Sektor-sektor tersebut meliputi semen, pupuk dan amonia, logam, pulp dan kertas, tekstil, bahan kimia, keramik, makanan dan minuman, serta otomotif.
Transformasi menuju industri hijau tidak hanya penting untuk keberlanjutan sektor itu sendiri, tetapi juga untuk ekonomi secara keseluruhan. Hal ini juga krusial bagi masa depan bangsa Indonesia.
Dukungan Bank Dunia, seperti yang disampaikan oleh Menteri Kartasasmita, akan sangat vital dalam mewujudkan target ini. “Kami telah berkonsultasi dengan Bank Dunia, dan mereka sepenuhnya mendukung pengembangan Gisco,” ujarnya.
Dukungan tersebut mencakup tidak hanya masukan penasihat, tetapi juga komitmen pinjaman lunak untuk infrastruktur Gisco. Selain itu, Bank Dunia akan memberikan hibah untuk mendukung proses bisnis perusahaan layanan industri hijau ini.
Sumber: AntaraNews