Menperin Optimistis Industri Baja Nasional Komitmen Kuat Wujudkan Green Steel
Menteri Perindustrian yakin industri baja nasional memiliki komitmen tinggi untuk mempercepat transisi menuju Green Steel, seiring tuntutan global terhadap produk rendah emisi yang terus meningkat.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan keyakinannya terhadap komitmen kuat industri baja nasional dalam mempercepat transformasi menuju Green Steel. Hal ini sejalan dengan meningkatnya tuntutan global akan produk-produk rendah emisi. Komitmen tersebut menjadi fondasi penting bagi masa depan industri baja Indonesia yang lebih berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan Menperin di Jakarta pada Jumat (10/4), menyoroti keseriusan pelaku industri yang tergabung dalam The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) untuk mendorong penerapan teknologi hijau di sektor baja. Upaya ini menunjukkan kesiapan industri dalam negeri menghadapi tantangan lingkungan global.
Transformasi menuju baja ramah lingkungan ini didukung oleh ketersediaan teknologi yang sudah terbukti dan kerja sama strategis. Kementerian Perindustrian juga telah menjalin kerja sama hibah dengan Bank Dunia. Dukungan ini akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang mendukung industrialisasi hijau di Indonesia.
Komitmen Industri dan Dukungan Global Wujudkan Green Steel
Komitmen tinggi dari para pelaku usaha baja untuk mengimplementasikan konsep Green Steel ditegaskan langsung oleh Menperin. Ia telah banyak berdiskusi dengan Ketua IISIA, yang menunjukkan bahwa keseriusan industri sangat tinggi dalam mengadopsi praktik berkelanjutan. Ini mencerminkan visi jangka panjang industri baja Indonesia.
Pemerintah tidak tinggal diam dalam mendukung inisiatif ini. Kementerian Perindustrian, melalui kerja sama hibah dengan Bank Dunia, berupaya mempercepat transformasi industri, termasuk sektor baja. Bantuan ini krusial untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pengembangan industri hijau.
Fokus utama dari dukungan Bank Dunia adalah pembangunan infrastruktur yang menunjang industrialisasi hijau. Ini mencakup investasi pada teknologi dan fasilitas yang memungkinkan produksi baja dengan emisi karbon yang lebih rendah. Dengan demikian, target untuk mewujudkan Green Steel dapat tercapai secara lebih efektif dan efisien.
Inovasi Teknologi Carbon Capture Utilization (CCU) untuk Green Steel
Menperin mengungkapkan optimisme yang tinggi terhadap implementasi Green Steel karena ketersediaan teknologi yang sudah terbukti. Salah satu inovasi penting yang telah diujicobakan adalah teknologi Carbon Capture Utilization (CCU). Teknologi ini memberikan nilai tambah signifikan dibandingkan metode lain karena mampu mengolah emisi menjadi produk bernilai ekonomi.
Proyek percontohan (piloting) penerapan teknologi CCU telah dilakukan di industri dalam negeri. Uji coba tersebut berlangsung selama satu tahun di PT Petrokimia Gresik (PKG) dengan hasil yang sangat signifikan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata potensi teknologi CCU dalam mengurangi dampak lingkungan industri.
Evaluasi selama satu hingga dua bulan terakhir menunjukkan pengurangan emisi yang luar biasa. Emisi pada salah satu cerobong di PKG berhasil berkurang hingga 94 persen. Pencapaian ini menegaskan efektivitas CCU dalam mendukung tujuan Green Steel dan mengurangi jejak karbon industri.
Selain mengurangi emisi, penerapan CCU juga menghasilkan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi. Produk-produk seperti soda ash dan baking soda dapat dihasilkan dari proses pengolahan emisi. Hal ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi industri.
Sumber: AntaraNews