Sudin LH Angkut 2,9 Ton Sampah Tahun Baru di Kepulauan Seribu
Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu berhasil mengangkut 2,9 ton sampah pasca-perayaan tahun baru 2026, didominasi plastik dari aktivitas wisata dan warga.
Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu mencatat pengangkutan sebanyak 2,9 ton sampah sisa perayaan malam pergantian tahun 2026. Operasi pembersihan intensif ini dilakukan di seluruh wilayah Kepulauan Seribu, khususnya di area padat pengunjung seperti Pulau Tidung, pada Kamis (1/1) dan berlanjut pada Jumat (2/1). Sampah ini merupakan akumulasi dari peningkatan aktivitas warga lokal dan wisatawan yang merayakan momen pergantian tahun.
Jenis sampah yang paling banyak ditemukan adalah sampah plastik, meliputi botol minuman, kantong plastik, kemasan makanan, dan styrofoam. Selain itu, sisa-sisa makanan dan sampah rumah tangga lainnya juga turut mendominasi tumpukan sampah yang berhasil diangkut. Fenomena ini menjadi perhatian serius mengingat dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah plastik.
Pengangkutan sampah masif ini melibatkan 12 petugas kebersihan setempat dan merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pasca-perayaan besar. Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Sudin LH Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto, mengonfirmasi data tersebut.
Volume dan Dominasi Sampah Plastik di Kepulauan Seribu
Dari total 2,9 ton sampah yang berhasil diangkut, Sudin LH Kepulauan Seribu merinci bahwa 520 kilogram di antaranya merupakan sampah pesisir. Sementara itu, sisanya sebanyak 2.468 kilogram berasal dari aktivitas warga dan wisatawan yang memadati area perayaan. Angka ini menunjukkan beban lingkungan yang signifikan akibat perayaan tahun baru.
Dominasi sampah plastik menjadi sorotan utama dalam penanganan sampah tahun baru ini. Botol minuman, kantong plastik, kemasan makanan, serta styrofoam adalah jenis sampah yang paling sering dijumpai oleh petugas. Keberadaan sampah-sampah ini, terutama di wilayah pesisir, berpotensi merusak ekosistem laut dan keindahan destinasi wisata.
Lukman Dermanto menjelaskan bahwa volume sampah yang melonjak drastis ini sebagian besar dihasilkan dari meningkatnya aktivitas wisata dan perayaan pergantian tahun di Pulau Tidung. Peningkatan jumlah pengunjung secara langsung berkorelasi dengan peningkatan produksi sampah, yang memerlukan penanganan ekstra dari pihak berwenang.
Sinergi Penanganan Sampah Pasca-Tahun Baru
Penanganan sampah pasca-perayaan tahun baru di Kepulauan Seribu tidak terlepas dari sinergi yang kuat antarlembaga dan masyarakat. Sudin LH Kepulauan Seribu bekerja sama erat dengan pihak kelurahan, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), pengelola wisata, serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi kunci efektivitas operasi pembersihan.
Sebanyak 12 petugas kebersihan dikerahkan secara intensif sejak 1 Januari 2026 untuk memastikan seluruh area kembali bersih. Mereka fokus pada pengumpulan sampah di titik-titik keramaian dan pesisir pantai yang menjadi pusat perayaan. Kecepatan respons ini penting untuk mengembalikan kenyamanan dan keindahan lingkungan wisata.
Lukman Dermanto menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh Kelurahan Pulau Tidung dan seluruh unsur terkait. Ia menegaskan pentingnya kerja sama dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan wisata dan pesisir yang menjadi daya tarik utama Kepulauan Seribu.
Imbauan untuk Kesadaran Lingkungan Berkelanjutan
Lurah Pulau Tidung, Saudin, turut mengapresiasi kinerja cepat dan tanggap dari petugas Sudin LH Kepulauan Seribu dan PPSU. Berkat sinergi ini, lingkungan Pulau Tidung dapat kembali bersih dan nyaman dalam waktu singkat setelah perayaan. Ini menunjukkan dampak positif dari upaya kolektif.
Saudin juga tidak lupa mengimbau seluruh warga dan wisatawan yang berkunjung agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mendukung upaya pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Kesadaran individu menjadi fondasi utama dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berharap ke depan, kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan Pulau Tidung semakin meningkat. Kalau lingkungan bersih, pariwisata dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Saudin. Pesan ini menggarisbawahi hubungan erat antara kebersihan lingkungan dan keberlanjutan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu.
Sumber: AntaraNews