Sub Terminal Mojoagung, Antara Kenangan dan Keusangan
Sub terminal Mojoagung tak lebih dari hanya bayangan masa lalu yang mulai meredup secara perlahan.
Di sudut Kota Mojoagung, Jombang, Jawa timur, teronggok sebuah tempat yang dulu menjadi titik temu para penumpang. Titik harapan bagi para sopir angkot, dan denyut kecil dalam nadi transportasi wilayah.
Namun kini, sub terminal Mojoagung tak lebih dari hanya bayangan masa lalu yang mulai meredup secara perlahan.
Sudah bertahun-tahun, bangunan ini seolah kehilangan maknanya. Dindingnya lusuh, lantainya berdebu, dan jalurnya tak lagi mengantar siapapun.
Alih-alih sibuk melayani mobil-mobil angkutan desa atau penumpang yang hendak berangkat ke pelosok, tempat ini kini lebih sering berfungsi sebagai parkiran kendaraan.
Sepi dan sunyi, hanya sesekali terdengar langkah kaki dari mereka yang menunggu bus antar kota.
Kontras memang! Dibandingkan dengan dulu saat masih jaya-jayanya sub terminal ini. Di saat para sopir masih riang gembira mengantarkan anak-anak sekolah turun dari angkotnya.
Di saat para sopir angkot masih bisa tersenyum lebar kala mengantarkan penumpang antar kota menunggu bus di dalam sub terminal ini.
Namun kini semuanya hampir sirna. Angkot yang dahulu berlalu-lalang kini semakin jarang, hampir seperti kenangan yang perlahan pudar. Kini digantikan dengan lalu lalang kendaraan bermotor yang semakin murah dan banyak.
Penumpang tak lagi singgah, roda kendaraan tak lagi bergulir, dan hiruk-pikuk yang dulu memberi kehidupan kini hanya tinggal gema samar.
Alih Fungsi jadi Pasar
Kondisi ini pun memaksa perubahan besar, sub terminal sebagian akan dialihfungsikan menjadi pasar. Sebuah keputusan yang menyiratkan bahwa perannya sebagai pusat transportasi telah benar-benar usang.
Sub terminal yang berlokasi di Mojotrisno, Mojoagung, Jombang ini telah sampai pada titik akhirnya sebagai ruang transit. Ia yang dulu menjadi simpul perjalanan, kini bersiap menjelma menjadi pusat ekonomi baru.
Sebuah perubahan yang menghapus sisa-sisa kejayaan lama, dan menggantinya dengan dinamika baru yang lebih menjanjikan.
Budi Winarno, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang menjelaskan, tahapan optimalisasi aset Sub Terminal Mojoagung terus dilakukan.
Aset tersebut rencananya bakal dialihfungsikan menjadi pasar. Salah satu pertimbangannya, di kompleks tersebut terdapat ruko dan Pasar Mojotrisno.
Keduanya merupakan aset yang tercatat di Disdagrin Jombang. "Arahnya hampir sama dengan Sub Terminal Ploso, sebagian di (Sub Terminal) Mojoagung juga akan diserahkan ke disdagrin," katanya pada wartawan.