Melihat Terminal Pulo Gadung di Tahun 1980, Masih Jadi Andalan Masyarakat
Terminal Pulo Gadung merupakan terminal paling sibuk pada masanya.
Terminal Pulo Gadung merupakan terminal paling sibuk pada masanya.
Melihat Terminal Pulo Gadung di Tahun 1980, Masih Jadi Andalan Masyarakat
Beredar di media sosial wajah Terminal Pulo Gadung Tempo Doeloe. Video tersebut disinyalir diambil di tahun 1980 silam.
Dalam video yang diunggah akun instagram @jadoel.ig, memperlihatkan suasana Terminal Pulo Gadung di tahun 1980. Bus yang digunakan pun masih menggunakan bus lawas bergaya klasik.
Tak hanya itu, gaya berpakaian masyarakatnya pun khas dengan gaya tahun 80-an.
Padatnya masyarakat menunjukkan bahwa terminal ini pantas dinobatkan sebagai terminal tersibuk di masanya.
Di sela-sela video, juga terlihat foto Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Adam Malik yang semakin memperkuat bahwa video tersebut diambil di sekitar tahun 1980.
Dikutip berbagai sumber, Terminal Pulo Gadung dibangun pada awal 1970-an, dan resmi beroperasi mulai 14 Mei 1976 sebagai terminal Bus dalam kota, Bus antar kota.
Terminal Pulo Gadung merupakan terminal paling sibuk pada masanya, namun seiring berkembangnya zaman kini terminal ini hanya tinggal kenangan.
Dulunya Di sini terdapat pangkalan metromini, mayasari bakti, angkot dan mikrolet, angkutan umum Jakarta, bus antar kota maupun antar provinsi yang berdestinasi di Terminal Pulo Gadung.
Terminal ini merupakan terminal bus tipe A yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Bekasi Raya, Jakarta timur. Dibangun di atas lahan seluas 35.196 meter persegi.
Setelah sekian puluh tahun eksis pada awal tahun 2000 pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mewacanakan pembangunan terminal Pulogebang pada tahun 2000.
Pada Januari 2017 Terminal Pulogadung resmi turun kelas dari semula Terminal tipe A yang melayani angkutan dalam kota dan antar kota menjadi Terminal tipe B atau terminal regional.
Sejak itu, meski tetap berantakan seperti di masa sebelumnya, Terminal Pulogadung jadi terasa lebih lapang. Tak banyak lagi bus-bus besar yang menghalangi pandangan ke area terminal yang luas.
Merdeka.com