Siaga Penuh! 1.790 Pasukan Oranye DKI Jakarta Disiagakan Hadapi Potensi Banjir
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyiagakan 1.790 Pasukan Oranye DKI Jakarta di 25 lokasi rawan banjir untuk mengantisipasi curah hujan tinggi dan memastikan lingkungan tetap bersih serta saluran air berfungsi optimal.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan sebanyak 1.790 Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) atau yang dikenal sebagai Pasukan Oranye. Penyiagaan ini bertujuan khusus untuk menangani penumpukan sampah di 25 titik lokasi yang teridentifikasi rawan banjir di wilayah ibu kota. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan dan antisipasi dini pemerintah provinsi dalam menghadapi potensi curah hujan tinggi yang diperkirakan terjadi. Periode Januari hingga Februari 2026 diprediksi akan menjadi puncak musim hujan yang berpotensi menyebabkan genangan dan banjir di berbagai area Jakarta, sehingga memerlukan perhatian ekstra.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa fokus utama adalah memastikan tidak ada sampah yang menumpuk di area publik maupun saluran air. Selain itu, menjaga saluran air tetap berfungsi optimal menjadi krusial untuk kelancaran aliran sungai serta menekan dampak banjir secara efektif bagi warga Jakarta.
Strategi Kesiapsiagaan DLH DKI Jakarta Hadapi Musim Hujan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa penyiagaan Pasukan Oranye ini berlandaskan pada komitmen untuk menjaga kebersihan dan fungsi infrastruktur air di seluruh wilayah. "Fokus kami memastikan sampah tidak menumpuk, saluran air tetap berfungsi optimal, dan lingkungan warga terdampak banjir dapat segera dibersihkan secara cepat dan terkoordinasi," ujarnya di Jakarta, Kamis.
Kesiapsiagaan ini bukan tanpa alasan, mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu banjir. Dengan menyiagakan personel dan peralatan secara maksimal, DLH DKI Jakarta berupaya meminimalkan risiko dan dampak negatif yang ditimbulkan oleh genangan air.
Selain penyiagaan personel, DLH DKI Jakarta juga menerapkan pola penanganan khusus selama musim penghujan. Pola ini mencakup respons cepat terhadap laporan penumpukan sampah, pembersihan rutin saluran air yang tersumbat, dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.
Dukungan Sarana dan Prasarana untuk Pasukan Oranye DKI Jakarta
Untuk mendukung kinerja 1.790 Pasukan Oranye DKI Jakarta dalam menjalankan tugasnya, DLH DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang memadai secara kuantitas dan kualitas. Ini termasuk 101 unit truk pengangkut sampah, 116 unit alat berat, serta 15 perahu karet yang siap digunakan untuk mobilitas dan evakuasi di area tergenang.
Tidak hanya itu, fasilitas pendukung kebersihan dan kenyamanan personel juga disediakan, seperti 25 bus toilet dan 48 toilet portabel yang tersebar di titik-titik strategis. Ribuan peralatan kerja manual juga disiapkan, meliputi 1.369 cangkrang atau garpu penggaruk sampah, 1.235 cangkul, 1.329 sapu, serta 7.836 karung atau plastik sampah untuk pengumpulan.
Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) juga turut disiagakan di sembilan titik rawan banjir yang menjadi prioritas. Mereka mengoptimalkan 29 unit saringan sampah otomatis untuk secara efektif mencegah sampah masuk ke aliran sungai dan menyumbatnya, sehingga menjaga kelancaran arus air.
Seluruh personel lapangan dilengkapi dengan perlengkapan pendukung yang esensial seperti kubus apung, bus toilet, tangki air, dan toilet portabel. "Melalui sistem siaga ini, kami berupaya mencegah sampah menyumbat saluran air serta menjaga kelancaran aliran sungai sehingga dampak banjir dapat ditekan secara efektif," tambah Asep Kuswanto, menekankan pentingnya sinergi ini.
Sumber: AntaraNews