Seragam Baru TNI Disebut Cocok untuk Kamuflase
Ia menegaskan, seragam anyar tersebut merupakan hasil riset dan ditujukan untuk meningkatkan efektivitas kamuflase prajurit di medan tempur.
Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai perubahan Pakaian Dinas Lengkap (PDL) TNI yang baru bukan persoalan besar.
Ia menegaskan, seragam anyar tersebut merupakan hasil riset dan ditujukan untuk meningkatkan efektivitas kamuflase prajurit di medan tempur.
“No. Bukan soal suka atau tidak, itu sesuai dengan hasil riset TNI mana yang paling cocok dari sisi kamuflase. Karena baju yang kemarin sejak saya bertugas pun sudah pakai loreng itu,” kata Hasanuddin kepada wartawan, Selasa (7/10).
Tidak Tambah Anggaran
Hasanuddin menegaskan, pengadaan seragam baru TNI tidak akan membebani anggaran negara. Menurutnya, setiap prajurit memang rutin mendapat jatah dua setel seragam loreng tiap tahun.
“Menurut saya tidak ada masalah. Kan setiap tahun prajurit TNI dapat baju loreng dua setel setahun. Ya sudah tinggal ganti warna. Harganya sama, tidak berubah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembahasan soal anggaran pengadaan seragam di DPR juga tidak pernah dilakukan secara rinci.
“Nah, soal pengadaan itu gelondongan saja. Sesuai keputusan MK, DPR itu tidak berbicara satuan dua, satuan tiga. Hanya anggarannya saja, gelondongan,” jelasnya.
Cocok untuk Misi PBB
Lebih lanjut, Hasanuddin menilai seragam baru tersebut juga relevan dipakai dalam misi internasional, termasuk operasi perdamaian PBB.
“Mungkin yang sekarang ini bisa dipakai untuk kepentingan misi PBB. Karena baju kita yang lama terlalu hijau. Sekarang mungkin warnanya cocok, bisa untuk di dalam negeri maupun misi internasional,” pungkasnya.