Semen Padang FC Rombak Skuad Besar-besaran Jelang Putaran Kedua BRI Super League
Semen Padang FC melakukan perombakan skuad besar-besaran menjelang putaran kedua BRI Super League 2025-2026 demi bangkit dari zona degradasi dan memperbaiki performa tim.
Manajemen Semen Padang FC melakukan perombakan besar-besaran terhadap skuad berjuluk Kabau Sirah. Langkah ini diambil menjelang bergulirnya BRI Super League putaran kedua musim 2025-2026. Perombakan ini menyusul tren negatif klub tersebut di putaran pertama.
Direktur Utama Semen Padang FC, Hermawan Ardiyanto, mengumumkan bahwa sebagian besar pemain di putaran kedua adalah wajah baru. Evaluasi total dilakukan demi perbaikan performa tim. Pengumuman ini disampaikan di Kota Padang pada Jumat (16/1).
Perombakan drastis ini bertujuan untuk mengangkat Semen Padang FC dari zona degradasi. Hingga akhir putaran pertama, tim tersebut masih terpuruk di peringkat ke-17 klasemen. Manajemen optimistis langkah ini akan membawa perubahan signifikan.
Evaluasi Menyeluruh Setelah Tren Negatif
Manajemen Semen Padang FC mengambil keputusan perombakan besar-besaran ini menyusul hasil buruk yang dialami tim sepak bola asal Ranah Minang tersebut. Mereka masih berada dalam zona degradasi di klasemen sementara liga.
Hingga akhir putaran pertama, anak asuh Dejan Antonic hanya mencatatkan tiga kali kemenangan. Selain itu, mereka meraih satu kali hasil imbang dan menelan 13 kali kekalahan. Catatan ini menempatkan tim di posisi yang sangat mengkhawatirkan.
Hermawan Ardiyanto menegaskan bahwa perombakan ini merupakan respons terhadap performa tim yang belum memuaskan. "Kami melakukan evaluasi total demi perbaikan performa tim," ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen manajemen untuk meningkatkan daya saing klub.
Kedatangan Wajah Baru di Kabau Sirah
Untuk putaran kedua, Semen Padang FC akan diperkuat oleh sejumlah nama-nama baru yang diharapkan membawa angin segar. Pemain-pemain ini direkrut untuk meningkatkan kualitas dan kedalaman skuad.
Di antara pemain baru tersebut adalah Ravy Tsouka dari klub UTA Arad dan Kianz Froese asal Kanada. Froese sebelumnya membela Valour FC. Ada juga Boubakary Diarra, pemain asal Prancis yang sebelumnya memperkuat PSIS Semarang.
Semen Padang FC juga merekrut Jaime Giraldo dan masih membuka peluang memboyong Kazaki Nagawa. Nagawa adalah pemain asal Jepang yang potensial. Teranyar, klub mendatangkan Rendy Oscario Sroyer, penjaga gawang kelahiran 7 Oktober 1998 yang dipinjam dari Persebaya Surabaya.
Rendy Oscario merupakan pemain binaan asli Semen Padang FC. Ia memulai karier di akademi Semen Padang FC pada 2013-2016. Berkat performanya yang konsisten, ia naik ke Semen Padang U-21 pada 2016 kemudian promosi ke tim senior pada 2017.
Persiapan Intensif dan Optimisme Manajemen
Seiring datangnya pemain baru, manajemen juga menyiapkan agenda uji coba internasional untuk mematangkan kekompakan tim. Laga persahabatan ini penting untuk membangun sinergi antar pemain.
Salah satu laga persahabatan yang disiapkan ialah menghadapi klub kasta utama Korea Selatan, Pohang Steelers. Selain itu, Semen Padang FC juga mengagendakan laga uji coba melawan tim lokal. Ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi putaran kedua.
Manajemen optimistis strategi perombakan tim dan rangkaian laga uji coba tersebut akan membawa perubahan signifikan. Mereka yakin performa Semen Padang FC akan membaik. "Kami yakin tim ini bisa bangkit di putaran kedua," ujar Hermawan Ardiyanto.
Manajemen juga berharap suporter tetap memberikan dukungan penuh kepada tim. Dukungan dari para penggemar dianggap krusial. Ini untuk memotivasi para pemain dalam menghadapi tantangan di putaran kedua BRI Super League.
Sumber: AntaraNews