Seluruh Korban Ledakan Amunisi TNI di Garut Berhasil Diidentifikasi
Saat ini seluruh jenazah pun sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana mengatakan bahwa seluruh korban ledakan amunisi TNI AD tidak layak pakai telah berhasil diidentifikasi. Saat ini seluruh jenazah pun sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Tadi malam tim gabungan telah selesai melaksanakan tugasnya dengan baik. Seluruh jasad korban sudah berhasil diidentifikasi dan dicocokan dengan identitas,” katanya, Rabu (14/5).
Awalnya, hingga sore kemarin diketahui tim gabungan identifikasi dari TNI, Polri, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk baru berhasil mengidentifikasi sembilan korban.
Kesembilan korban itu adalah Anwar Munawar, Iyus Rizal, Endang, Toto, Dadang Iis, Antonius Hermawan, Anda Rohanda, Eri Dwi Priambodo, Aprio Setiawan yang merupakan anggota TNI AD.
Empat Jenazah Sudah Diserahkan ke Keluarga
Tadi malam, tim gabungan berhasil mengidentifikasi empat jenazah lainnya yaitu Rustiawan, Iyus Ibing, Ipan dan Agus.
“Tentunya kami sangat mengapresiasi kinerja tim gabungan dari rekan-rekan TNI, Polri, dan pihak lainnya yang membantu proses identifikasi,” ucapnya.
Dia mengungkapkan bahwa jenazah terakhir berhasil diidentifikasi sekitar pukul 20.00 WIB. Setelahnya, keempat jenazah tersebut langsung diserahkan kepada keluarganya masing-masing untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Diketahui, para korban meninggal dalam kegiatan peledakan amunisi tidak layak pakai dari warga sipil mayoritas merupakan warga Kecamatan Cibalong dan Pameungpeuk. Namun ada korban lainnya yang terjauh dari wilayah Kecamatan Singajaya.