Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Ciptakan Generasi Unggul untuk Putus Rantai Kemiskinan
Budiman menjelaskan bahwa banyak anak Indonesia lahir dengan mimpi dan semangat yang besar, namun tidak semua dari mereka memiliki kesempatan yang sama.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda adalah langkah strategis pemerintah dalam mempersiapkan generasi unggul Indonesia serta memutus rantai kemiskinan antar generasi.
Budiman menjelaskan bahwa banyak anak Indonesia lahir dengan mimpi dan semangat yang besar, namun tidak semua dari mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
"Karena itu Presiden Prabowo Subianto memperluas program Sekolah Rakyat," ujarnya dalam sebuah pesan video bertajuk Indonesia in 60 Seconds yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Rabu (12/3).
Dalam satu tahun terakhir, Budiman menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat telah menjangkau sekitar 22 ribu siswa di 166 sekolah. Pemerintah juga menargetkan untuk membangun 100 Sekolah Rakyat baru pada tahun ini guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurut Budiman, pendidikan adalah instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan.
Melalui Sekolah Rakyat, negara memberikan akses pendidikan yang layak dan membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529582/original/031295000_1773372253-Kepala_BPPK_Budiman_Sudjatmiko.jpg)
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam mengoordinasikan upaya percepatan pengentasan kemiskinan, BP Taskin memastikan bahwa berbagai program yang ditujukan kepada masyarakat miskin berjalan dengan lebih terarah, terintegrasi, dan tepat sasaran. Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas mobilitas sosial.
Selain itu, Budiman juga menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengembangkan Sekolah Unggul Garuda yang terintegrasi dengan kampus baru untuk mencetak generasi unggul di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics).
Budiman menegaskan bahwa anak-anak Indonesia tidak seharusnya hanya menjadi penonton di era teknologi, tetapi harus menjadi pencipta, peneliti, dan inovator yang mampu bersaing di tingkat global.
"Masa depan Indonesia tidak boleh ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan, tetapi oleh kesempatan untuk belajar dan berkembang," ujarnya.
Program pendidikan ini diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. "Cinta rakyat, setia pada bangsa," tutupnya.