SBY Singgung 10 Tahun Berkuasa Prihatin Kondisi Global: Dunia Makin Rumit, Dangerous!
Menurut SBY, banyak negara larut dalam konflik geopolitik, rivalitas kekuatan besar, hingga perang dagang dan perang ekonomi.
Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin dengan kondisi global saat ini. Menurutnya, banyak negara larut dalam konflik geopolitik, rivalitas kekuatan besar, hingga perang dagang dan perang ekonomi.
"Saya yang pernah memimpin negeri ini selama 10 tahun dan ada dalam berbagai percaturan global, cukup prihatin melihat perkembangan dunia yang makin rumit, makin dangerous," kata SBY dalam forum lecture series The Yudhoyono Institute (TYI) bertajuk 'Sustainable Growth with Equity' di Yogyakarta, Senin (13/5). Dikutip dari Antara.
Dia menyerukan persatuan dan kerja sama antarnegara di dunia, untuk menghadapi krisis iklim dan kerusakan lingkungan yang mengancam masa depan umat manusia.
"Kita semua tahu bahwa krisis iklim dan krisis lingkungan itu nyata, bukan fiksi, bukan hoaks," lanjutnya.
Menurut SBY, aksi nyata secara kolektif dan lintas batas menjadi sangat penting mengingat skala ancaman yang bersifat global.
"Oleh karena itu, aksi bersama kita juga harus nyata dan memberikan dampak yang nyata pula," ucap dia.
SBY menyoroti situasi dunia yang menurutnya semakin kompleks dan mencemaskan.
Apabila negara-negara di dunia gagal membangun persatuan dan kerja sama, dia khawatir upaya mengatasi krisis iklim akan kehilangan daya dorong.
"Saya kira semua sepakat bahwa apa yang kita inginkan adalah dunia yang makin damai, dunia yang makin adil, dunia yang makin sejahtera, dunia yang memberikan harapan bagi siapapun terlepas dari ikatan identitas, terlepas dari batas-batas internasional," ucapnya.
Untuk itu, SBY mengajak seluruh elemen global termasuk perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mencari solusi konkret berbasis sains dan teknologi.
"Kita harus meningkatkan kebersamaan kita, kerja sama kita, kepedulian kita, solusi-solusi kita, termasuk kebijakan yang tepat dan kolaborasi yang tepat," tuturnya.
Dalam forum lecture series TYI yang juga dihadiri akademisi dari dalam dan luar negeri itu, SBY menyampaikan dukungannya atas berbagai inisiatif yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan dengan prinsip keadilan.
"Kita percaya bahwa yang kita lakukan ini justru yang bisa menyelamatkan masa depan, bangsa-bangsa dan masa depan dunia, masa depan anak cucu kita," pungkas SBY.