Saat Sudirman-Thamrin Terbebas dari Suara Wuk Wuk Tot-Tot
Pada saat itu, suasana di ruas Jalan Sudirman-Thamrin hampir tidak terdengar suara sirene pengawalan pejabat maupun rotator meski sudah dua kali berputar.
Jalan Sudirman-Thamrin di Jakarta dikenal sebagai salah satu jalur protokol yang sering dilalui oleh para pejabat, disertai dengan kendaraan pengawal (patwal) yang mengeluarkan suara dan lampu yang berkedip, "Tot tot wuk wuk". Ketika kemacetan terjadi, pengendara lainnya hanya bisa menggerutu dan mengeluh dalam hati, sambil mencari cara untuk memberikan ruang bagi kendaraan tersebut untuk lewat.
Di media sosial, protes masyarakat pun mulai menggema, memunculkan gerakan yang dinamakan Stop Tot Tot Wuk Wuk sebagai bentuk ungkapan kekecewaan terhadap para pejabat yang dianggap tidak peka terhadap kondisi di jalan. Pada dasarnya, semua kendaraan pribadi memiliki hak yang sama untuk melintas, kecuali untuk kendaraan tertentu yang memang dikhususkan, seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran.
Sudirman-Thamrin tidak ramai, sirine dan rotator berbunyi
Dilansir Liputan6.com, Senin (22/9), jalan Sudirman-Thamrin sekitar pukul 10.00 WIB hari ini tidak lagi terdengar suara sirine dan rotator. Perjalanan dimulai dari Monumen Nasional (Monas) dan berakhir di Bundaran Senayan. Selama dua kali melewati jalur protokol tersebut, kondisi lalu lintas terlihat lancar. Meskipun demikian, tidak ada kendaraan dengan plat nomor khusus yang terlihat, seperti milik pejabat atau menteri.
Di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin pada waktu itu, suara sirene pengawalan pejabat dan rotator hampir tidak terdengar. Hal ini menunjukkan bahwa semua pihak tampaknya mematuhi imbauan yang ada dan berusaha merespons keresahan publik. Dengan situasi yang tenang ini, terlihat bahwa masyarakat dan pengendara lain berupaya menjaga ketertiban di jalan raya.
Konvoi kendaraan TNI bergerak dengan tertib tanpa menggunakan sirine dan rotator
Ketika melintasi Jalan Prof Moh Yamin, Liputan6 berkesempatan melihat rombongan kendaraan dinas TNI. Rombongan tersebut terdiri dari tiga kendaraan yang mirip Jeep, yang diiringi oleh sekitar empat motor trail yang berada di sekitarnya.
Rotator terpasang di kendaraan-kendaraan tersebut, meskipun tidak dinyalakan. Mereka hanya menggunakan lampu hazard yang menyala saat melintas di jalan. Rombongan itu terlihat tertib, mengikuti arus lalu lintas yang ada. Ketika lampu merah menyala, mereka juga berhenti dengan rapi seperti kendaraan masyarakat sipil lainnya.