RS Polri Serahkan Dua Jenazah Korban Kebakaran Ruko Kemayoran kepada Keluarga
RS Polri Kramat Jati telah menyerahkan dua dari tiga jenazah korban kebakaran Ruko Terra Drone Kemayoran kepada keluarga, sementara satu jenazah menunggu kehadiran keluarga.
RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, secara resmi menyerahkan dua jenazah korban kebakaran Ruko Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, kepada pihak keluarga pada Selasa malam. Penyerahan ini menyusul proses identifikasi yang berhasil dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Kejadian tragis ini menewaskan sejumlah orang yang terjebak dalam insiden kebakaran tersebut.
Kedua jenazah yang diserahkan adalah Rufaidha Lathiifunnisa dan Novia Nurwana, yang identitasnya telah dikonfirmasi melalui sidang rekonsiliasi. Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Polisi Prima Heru Yulihartono, menyatakan bahwa penyerahan dilakukan setelah keluarga korban hadir. Proses identifikasi korban kebakaran ruko ini memerlukan ketelitian tinggi.
Sementara itu, satu jenazah korban lainnya atas nama Yoga Valdier Yaseer belum dapat diserahkan karena keluarganya belum tiba di RS Polri. Pihak rumah sakit terus berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memastikan seluruh jenazah dapat segera dimakamkan. Insiden kebakaran ruko ini menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak.
Proses Identifikasi Intensif Tim DVI Polri
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah bekerja keras mengidentifikasi para korban kebakaran Ruko Terra Drone. Hingga Selasa, RS Polri telah menerima 22 kantong jenazah dari lokasi kejadian. Proses identifikasi korban kebakaran ini melibatkan pemeriksaan primer dan sekunder yang komprehensif.
Brigjen Polisi Prima Heru Yulihartono menjelaskan bahwa tiga jenazah berhasil diidentifikasi melalui sidang rekonsiliasi. "Dari sidang rekonsiliasi malam ini, kami berhasil mengidentifikasi tiga jenazah," kata Prima di RS Polri Kramat Jati. Tim gabungan dari Biddokkes Polri, Polda Metro Jaya, RSCM, dan Fakultas Kedokteran UI turut membantu upaya ini.
Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menambahkan bahwa identifikasi dilakukan secara ilmiah dan berlapis. Hal ini untuk memastikan keakuratan identitas setiap korban kebakaran ruko. RS Polri masih menanti data antemortem tambahan dari keluarga untuk mengidentifikasi korban lainnya.
Identitas Tiga Korban Kebakaran Ruko yang Teridentifikasi
Tiga korban kebakaran Ruko Terra Drone Kemayoran telah berhasil diidentifikasi secara resmi. Identitas ini diumumkan setelah proses rekonsiliasi data antemortem dan postmortem. Penyerahan jenazah korban kebakaran ruko ini menjadi langkah penting bagi keluarga.
Berikut adalah identitas lengkap ketiga korban yang telah teridentifikasi:
- Rufaidha Lathiifunnisa (22), warga Telaga Asih, Cikarang Barat, dikenali melalui sidik jari, catatan medis, dan properti pribadi.
- Novia Nurwana (28), warga Tanggamus Lampung, teridentifikasi berkat sidik jari, pemeriksaan gigi, data medis, dan properti.
- Yoga Valdier Yaseer (28), warga Metro Lampung, identitasnya dipastikan berdasarkan sidik jari, pemeriksaan gigi, data medis, dan properti.
Proses identifikasi ini mengandalkan berbagai metode forensik untuk memastikan tidak ada kesalahan. Prima menegaskan bahwa keakuratan adalah prioritas utama dalam penanganan jenazah korban kebakaran. Keluarga korban dapat menerima jenazah setelah proses administrasi selesai.
Dugaan Penyebab Kematian Korban Kebakaran
Dugaan awal penyebab kematian puluhan korban dalam kebakaran Ruko Terra Drone Kemayoran adalah menghirup gas karbondioksida (CO₂). Gas beracun ini seringkali menjadi pemicu utama kematian dalam insiden kebakaran. Tim forensik terus melakukan pemeriksaan mendalam terkait penyebab kematian.
Berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan tim forensik, sebagian besar korban diduga meninggal akibat menghirup gas CO₂ saat terjebak. Hal ini menunjukkan bahwa korban mungkin tidak langsung terbakar, melainkan kehilangan kesadaran karena kekurangan oksigen. Penanganan jenazah korban kebakaran ruko ini memerlukan kehati-hatian.
Tim DVI masih melanjutkan pemeriksaan mendetail untuk mengkonfirmasi penyebab pasti kematian. Namun, dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka bakar dominan yang menjadi penyebab utama kematian para korban. Ini mengindikasikan bahwa asfiksia akibat asap dan gas beracun lebih berperan dalam insiden kebakaran ruko ini.
Sumber: AntaraNews