3 Jenazah Korban Kebakaran Glodok Plaza Terindentifikasi, Ini Identitasnya
RS Polri telah menerima 14 laporan kebakaran Glodok Plaza dan 19 sampel DNA untuk dilakukan antemortem.
Sebanyak tiga jenazah korban kebakaran Glodok Plaza akhirnya dapat teridentifikasi oleh Tim DVI RS Polri Kramatjati pada Jumat (24/1). Ketiga korban tersebut dapat teridentifikasi oleh tim DVI melalui metode postmortem dan antemortem.
Karo Doktor Polisi RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama menyebut untuk body part dengan nomor PMJ/Glodok/002 dapat teridentifikasi berdasarkan data antemortem nomor 10 berjenis kelamin laki-laki bernama Zuki Fitria Raja (22).
"Kedua body part dengan nomor PMJ/Glodok/003 cocok dengan data antemortem nomor 2 bernama Aulia Belina Harupak perempuan 28 tahun," ucap Eddy kepada wartawan, Jumat (24/1).
Selanjutnya, body part nomor PMJ/Glodok/004 teridentifikasi bernama Osima Yukari (29). Nama korban cocok berdasarkan 11 data antemortem.
Selain itu, kata Eddy, Tim DVI RS Polri masih berupaya mengidentifikasi beberapa body part yang diterimanya dari pihak damkar maupun polisi.
RS Polri telah menerima 14 laporan kebakaran Glodok Plaza dan 19 sampel DNA untuk dilakukan antemortem.
Pemeriksaan DNA
Kabid Yandokpol RS Polri Kombes Hery Wijatmoko menjelaskan, sampel tersebut diambil berdasarkan hubungan terdekat dari korban yang dilaporkan sehingga ini akan memperkuat dan mempermudah proses pemeriksaan DNA di setiap kantong jenazah.
Selain itu, pemeriksaan DNA bisa lebih membantu pihaknya mengidentifikasi jenazah karena kondisi jenazah yang sulit dikenali karena sudah terbakar.
"Kalau 14 itu yang bagus adalah kalau dia (korban) anak, ya bapak ibunya (yang diambil sampel), tapi ada yang bapaknya udah ga ada, ya ibunya, kalo ibunya ga ada, ya bapaknya atau baru dengan saudaranya. Jadi, tidak selalu harus dua-duanya karena memang tidak semuanya lengkap," jelas Hery.
Sampel yang sudah diambil itu, kata Hery sebagai sampel pembanding dari sembilan kantong jenazah yang sudah diterima RS Polri.
Nantinya pemeriksaan diawali dengan autopsi bekerja sama dengan Biro Laboratorium Pusdokkes di Bidang Laboratorium DNA.