Respons Istana soal Beda Sikap Airlangga dengan Bahlil Terkait Diskon Tarif Listrik
Para menteri yang menyampaikan kebijakan pemerintahan dipastikan sudah mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menegaskan, pemerintah berpegang teguh dengan pernyataan para menteri soal pemberian stimulus berupa diskon dibeberapa sektor ekonomi.
Hal itu dia sampaikan, terkait beda sikap antara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadahila soal kebijakan diskon tarif listrik.
Sebab, para menteri yang menyampaikan kebijakan pemerintahan dipastikan sudah mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Pokoknya kita berpegang pada keterangan yang disampaikan oleh para menteri dan menteri tentu sudah mendapatkan arahan dari bapak presiden bagaimana masing-masing kebijakan itu dijalankan," kata Juri, saat diwawancarai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/6).
Paket Insentif
Diketahui, pemerintah hanya memberikan lima paket insentif diantaranya diskon transportasi, diskon tarif tol, penebalan bantuan sosial dan pemberian bantuan pangan, bantuan subsidi upah (BSU), dan perpanjangan diskon iuran JKK.
Padahal, Airlangga sempat melontarkan wacana pemberian diskon tarif listrik sebesar 50% pada pertengahan tahun ini. Program ini akan menyasar sekitar 79,3 juta rumah tangga dengan daya listrik di bawah 1.300 volt ampere (VA).
Juri pun meminta, dinamika bagaimana kebijakan dibuat tidak perlu diketahui oleh banyak pihak.
"Nah itu saja jadi kita enggak perlu lah bagaimana dinamika yang terjadi untuk kebijakan di buat kan," imbuh Juri.