Presiden Prabowo Resmikan Pabrik EV VKTR Magelang, Targetkan TKDN Lebih Tinggi
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik (EV) komersial pertama di Indonesia milik VKTR di Magelang, menegaskan komitmen untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mendorong industri otomotif nasional.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis (10/4) secara resmi meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik (EV) komersial pertama di Indonesia yang berlokasi di Magelang. Fasilitas ini merupakan milik PT VKTR Sakti Industries, menandai langkah maju signifikan bagi industri otomotif nasional. Peresmian ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air.
Pabrik ini dirancang untuk merakit bus dan truk listrik, dilengkapi dengan sistem pengujian berstandar internasional, termasuk uji jalan dan uji banjir. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat mempercepat transisi Indonesia menuju transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Inisiatif ini selaras dengan upaya global untuk mengurangi emisi karbon.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi peran perusahaan swasta nasional dalam memajukan industrialisasi domestik. Beliau secara khusus menyoroti kontribusi VKTR dan potensinya untuk tumbuh menjadi pemain utama dalam industri otomotif. Hal ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap inovasi dan investasi dalam negeri.
VKTR Dorong TKDN dan Visi Industri Otomotif Nasional
Komisaris Utama VKTR, Anindya Novyan Bakrie, menjelaskan bahwa perusahaan didirikan dengan fokus pada dekarbonisasi dan kemandirian ekonomi. Kendaraan listrik diposisikan sebagai kunci untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor dan mendukung target net zero emission Indonesia pada tahun 2060. Visi ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap keberlanjutan.
VKTR memprioritaskan bus dan truk listrik untuk menggerakkan ekosistem EV nasional, mengingat banyak negara memulai pengembangan industri otomotif mereka melalui kendaraan komersial. Pendekatan strategis ini diharapkan dapat mempercepat adopsi EV di sektor transportasi publik dan logistik. Ini juga membuka peluang besar bagi inovasi lokal.
Perusahaan menyatakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produknya telah mencapai 40 persen. VKTR menargetkan peningkatan TKDN menjadi 60 persen pada tahun ini dan 80 persen pada tahun 2028. Peningkatan TKDN ini krusial untuk memperkuat rantai pasok domestik dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
Presiden Prabowo mengungkapkan harapannya agar VKTR dapat menjadi juara otomotif Indonesia di masa depan, seperti Isuzu dan Hino di Jepang, atau Hyundai dan Daewoo di Korea. Pernyataan ini memberikan motivasi besar bagi VKTR untuk terus berinovasi dan bersaing di pasar global. Dukungan pemerintah menjadi pendorong utama.
Investasi dan Pengembangan Infrastruktur Hijau
Pabrik di Magelang ini merupakan bagian dari investasi sebesar Rp5 triliun oleh Bakrie Group. Investasi besar ini menunjukkan keseriusan grup dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Dana tersebut dialokasikan untuk fasilitas produksi dan pengembangan teknologi.
VKTR juga aktif memperluas infrastruktur mobilitas hijau, termasuk jaringan pengisian daya kendaraan listrik. Selain itu, perusahaan mengembangkan teknologi konversi, seperti retrofit kendaraan berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik. Upaya ini mendukung ekosistem EV yang komprehensif.
Operasional pabrik ini juga melibatkan kemitraan dengan karoseri domestik dan klien strategis di sektor transportasi publik serta logistik. Kolaborasi ini penting untuk memastikan produk VKTR dapat terintegrasi dengan baik dalam sistem transportasi yang ada. Kemitraan ini juga menciptakan lapangan kerja.
Sumber: AntaraNews