Vinfast Fokus Perluas Ekosistem EV dan Infrastruktur Pengisian Baterai hingga 2026
Vinfast Trading Indonesia menegaskan komitmennya untuk fokus pada pengembangan ekosistem Kendaraan Listrik (EV), termasuk infrastruktur pengisian baterai, seiring proyeksi pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang signifikan di Indonesia.
CEO Vinfast Trading Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menyatakan bahwa Vinfast akan memprioritaskan pengembangan ekosistem produk dan infrastruktur pengisian baterai hingga tahun 2026. Fokus strategis ini diumumkan dalam Vinfast Creator Summit yang berlangsung di Bali, Sabtu malam.
Strategi Vinfast tidak hanya berpusat pada produk dan harga, melainkan juga pada penciptaan ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif. Perluasan infrastruktur pengisian daya akan dilakukan melalui Vigrin, perusahaan afiliasi Vinfast, yang berencana merambah seluruh wilayah Indonesia, termasuk Bali.
Proyeksi pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Indonesia diprediksi mencapai 20 persen secara tahunan (yoy), menunjukkan optimisme pasar yang kuat. Peningkatan ini didorong oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pergeseran gaya hidup masyarakat serta dukungan infrastruktur dari regulator.
Vinfast Perluas Jaringan Ekosistem dan Pengisian Daya
Vinfast Trading Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya bersaing dalam produk dan harga, tetapi juga membangun ekosistem EV yang kuat. Kariyanto Hardjosoemarto, CEO perusahaan, menjelaskan bahwa ini adalah strategi utama mereka untuk tahun depan.
Pengembangan ekosistem Vinfast mencakup perluasan infrastruktur pengisian baterai yang krusial bagi pengguna kendaraan listrik. Tugas ini akan diemban oleh Vigrin, perusahaan saudara Vinfast, yang berencana memperluas jaringannya ke seluruh Indonesia.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Vinfast dalam mendukung adopsi kendaraan listrik di Tanah Air. Dengan ketersediaan stasiun pengisian yang memadai, diharapkan kekhawatiran konsumen terkait jarak tempuh dapat teratasi secara efektif.
Proyeksi Pertumbuhan Pasar Kendaraan Listrik di Indonesia
Kariyanto Hardjosoemarto memproyeksikan pertumbuhan kendaraan listrik akan sangat positif, mencapai 20 persen secara tahunan (yoy) di masa mendatang. Hingga Desember tahun ini, kontribusi EV di pasar otomotif Indonesia berada di kisaran 12-13 persen.
Peningkatan penggunaan EV ini didukung oleh berbagai faktor pendorong, termasuk pergeseran gaya hidup masyarakat yang semakin sadar lingkungan. Selain itu, dukungan infrastruktur yang terus berkembang dari pemerintah dan regulator turut berperan penting dalam memacu adopsi EV.
Indikator positif ini semakin diperkuat dengan peresmian pabrik Vinfast di Subang, Jawa Barat. Keberadaan fasilitas produksi ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan EV di Indonesia secara signifikan, baik dari sisi produksi maupun ketersediaan unit.
Lonjakan Penjualan EV dan Proyeksi Masa Depan
Laporan “Electric Vehicle Sales Review Q1 – 2025” dari firma akuntansi PwC menunjukkan pertumbuhan pasar kendaraan listrik yang impresif di Indonesia. Total penjualan EV melonjak 43,4 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2025.
Sebanyak 27.616 unit EV berhasil terjual di Indonesia pada periode tersebut, naik dari 19.260 unit pada kuartal yang sama tahun lalu. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan penjualan Battery Electric Vehicle (BEV) sebesar 152,5 persen dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebesar 44,8 persen.
Lukmanul Arsyad, Industry and Services Leader & Partner PwC Indonesia, menyatakan bahwa pangsa EV dari total penjualan kendaraan penumpang di Indonesia meningkat signifikan. Dari 9 persen pada tahun 2023, menjadi 15 persen pada tahun 2024, dan diproyeksikan mencapai 29 persen pada tahun 2030.
Sumber: AntaraNews