VKTR Dorong Kolaborasi Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional untuk Percepatan Adopsi EV
Kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, lembaga riset sangat diperlukan agar manufaktur lokal dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjut.
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyoroti peran krusial kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi. CEO VKTR, Anindra Ardiansyah Bakrie atau Ardi Bakrie menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ini tidak bisa hanya bergantung pada satu pemangku kepentingan saja.
Kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, lembaga riset, dan asosiasi sangat diperlukan agar manufaktur lokal dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Rabu (4/2), seiring dengan upaya VKTR untuk menyatukan langkah percepatan adopsi kendaraan listrik.
Penguatan manufaktur lokal dianggap sebagai fondasi strategis untuk mendorong transisi energi di Tanah Air. Melalui inisiatif seperti VKTR Day, perusahaan berupaya mempertemukan berbagai pihak untuk mencapai tujuan tersebut.
VKTR juga menunjukkan komitmennya melalui berbagai realisasi konkret, termasuk serah terima kendaraan listrik kepada instansi pemerintah daerah dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Panah Perak Megasarana.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengintegrasikan mobilitas listrik ke dalam rantai nilai pengelolaan sampah dan energi terbarukan, sekaligus mendukung program Waste to Energy (WtE).
Pentingnya Sinergi dalam Pengembangan Manufaktur Lokal
Dia menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang solid dan berkelanjutan di Indonesia. Ia menekankan bahwa pengembangan ini membutuhkan sinergi antara berbagai pihak, mulai dari pelaku industri hingga pemerintah dan asosiasi.
Keterlibatan semua pemangku kepentingan akan memastikan manufaktur lokal mampu berkontribusi secara signifikan dan berkelanjutan dalam ekosistem kendaraan listrik.
Penguatan manufaktur lokal menjadi pilar strategis dalam upaya percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan basis produksi yang kuat di dalam negeri, diharapkan ketergantungan pada komponen impor dapat berkurang, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan mendorong inovasi. VKTR secara aktif memfasilitasi dialog dan kerja sama ini, seperti yang terlihat dalam acara VKTR Day.
Melalui VKTR Day, perusahaan berhasil mempertemukan mitra strategis, perwakilan pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi. Pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan visi dan misi dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik yang berbasis pada kekuatan manufaktur dalam negeri.
Inisiatif ini juga mencakup perluasan kolaborasi riset dengan BloombergNEF melalui Bakrie Center Foundation, yang diharapkan dapat memperkuat dukungan data dan riset strategis.
Realisasi Konkret dan Integrasi Rantai Nilai
Sebagai wujud nyata komitmennya, VKTR telah melakukan serah terima 10 unit kendaraan listrik kepada instansi pemerintah daerah. Lima unit compactor diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup, sementara lima unit dump truck dialokasikan untuk pengelolaan sumber daya air. Kendaraan-kendaraan ini dirancang untuk pengangkutan sampah perkotaan yang akan diolah menjadi energi, mendukung program Waste to Energy (WtE) dan pengurangan emisi karbon.
Direktur VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, menyoroti bahwa integrasi kendaraan listrik dalam rantai nilai pengelolaan sampah membuktikan peran langsung sektor transportasi dalam transisi energi nasional. Langkah ini tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan solusi berkelanjutan untuk pengelolaan limbah. Dengan demikian, mobilitas listrik berkontribusi pada pencapaian target lingkungan dan energi Indonesia.
Selain itu, VKTR juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Panah Perak Megasarana untuk penyediaan truk listrik. Truk-truk ini akan digunakan dalam distribusi pelet biomassa, yang kemudian akan diolah menjadi energi oleh PT PLN Energi Primer Indonesia.
Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana kendaraan listrik dapat terintegrasi secara efektif dalam rantai pasok energi terbarukan, memperkuat ekosistem energi bersih.
Capaian dan Proyeksi Pengiriman Kendaraan Listrik
VKTR telah mencatatkan sejumlah capaian signifikan dalam pengiriman kendaraan listrik di berbagai sektor. Perusahaan telah menyerahkan tiga unit bus listrik kepada perusahaan pertambangan BUMN untuk mobilisasi karyawan.
Penggunaan bus listrik di sektor pertambangan menunjukkan adaptasi teknologi EV di lingkungan kerja yang menantang dan mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.
Di sektor transportasi publik, sebanyak 50 unit bus listrik telah dikirimkan untuk Transjakarta melalui operator DAMRI, dari total pesanan 80 unit. Sebanyak 30 unit lainnya telah selesai dirakit dan sedang dalam tahap karoseri, menunjukkan kemajuan pesat dalam memenuhi kebutuhan transportasi massal yang berkelanjutan. Ini merupakan langkah besar dalam elektrifikasi armada bus kota.
VKTR juga sedang memproduksi dua unit shuttle bus listrik berukuran 8 meter yang ditujukan untuk salah satu institusi pendidikan di Jawa Tengah. Pengiriman unit ini ditargetkan pada akhir kuartal II 2026. Proyek ini menunjukkan komitmen VKTR untuk mendukung elektrifikasi di berbagai segmen, termasuk pendidikan, dan memperluas jangkauan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Sumber: AntaraNews