VKTR Uji Coba Bus Listrik Semarang, Solusi Transportasi Hijau Atasi Polusi Udara

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memulai uji coba bus listrik Semarang, mendorong transportasi hijau dan mengatasi polusi udara yang kerap dijuluki 'cumi-cumi darat'. Inisiatif ini menandai babak baru elektrifikasi di kota tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
VKTR Uji Coba Bus Listrik Semarang, Solusi Transportasi Hijau Atasi Polusi Udara
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memulai uji coba bus listrik Semarang, mendorong transportasi hijau dan mengatasi polusi udara yang kerap dijuluki 'cumi-cumi darat'. Inisiatif ini menandai babak baru elektrifikasi di kota tersebut. (AntaraNews)

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan transportasi hijau di Indonesia. Perusahaan ini baru-baru ini menginisiasi uji coba operasional bus listrik di Kota Semarang, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya nasional untuk menekan emisi karbon dan mendorong mobilitas perkotaan yang berkelanjutan. Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan solusi terhadap tantangan polusi udara di kota-kota besar.

Uji coba bus listrik Semarang ini merupakan kolaborasi antara VKTR dengan Laksana, yang secara aktif mengikuti pengujian bus listrik berukuran 12 meter di Koridor 1 Trans Semarang. Inisiatif ini telah mulai dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang, menandakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan. Tujuan utama dari uji coba ini adalah untuk menjawab keresahan masyarakat Semarang terhadap bus berbahan bakar fosil yang sering menghasilkan polusi udara, bahkan populer dijuluki “cumi-cumi darat”.

Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, menegaskan bahwa sebagai pionir perusahaan kendaraan listrik CKD di Indonesia, VKTR tidak hanya berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik, tetapi juga aktif mendorong adopsi EV di berbagai sektor, termasuk transportasi umum. “Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi nasional perusahaan,” ujarnya. Uji coba di Semarang ini menjadi bukti nyata dari visi tersebut.

VKTR bersama Laksana telah memulai uji coba satu unit bus listrik berukuran 12 meter yang akan beroperasi selama satu bulan penuh di rute Terminal Mangkang – Terminal Penggaron, Semarang. Selama periode uji coba ini, bus akan melayani penumpang secara langsung, memungkinkan evaluasi menyeluruh dari berbagai aspek. Evaluasi ini mencakup sisi teknis, operasional, hingga pengalaman pengguna, untuk memastikan kesiapan implementasi yang lebih luas di masa depan.

Sebelum dimulainya uji coba, VKTR dan Laksana juga menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Modernisasi dan Transisi Bus Listrik Menuju Angkutan Umum Kota Semarang yang Berkelanjutan”. Forum diskusi ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Perhubungan Kota Semarang, BLU UPTD Trans Semarang, serta sejumlah operator lokal. Diskusi ini memastikan kesiapan teknologi kendaraan listrik, skema pembiayaan, dan standar keselamatan operasional sebagai bagian dari solusi komprehensif elektrifikasi transportasi publik.

Dalam rangkaian acara seremoni uji coba, bus listrik VKTR dan Laksana juga menjalani uji KIR (uji berkala kelayakan kendaraan) sebagai bagian dari prosedur wajib sebelum dinyatakan layak beroperasi. Proses ini menunjukkan komitmen terhadap keselamatan dan kepatuhan regulasi. Bimo Kurniatmoko menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi nasional perusahaan setelah dipercaya Transjakarta untuk menyediakan unit bus listrik di ibu kota.

Kolaborasi antara VKTR dan Laksana di Semarang ini merupakan momentum penting dan bukti komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi transportasi publik ke arah yang lebih bersih dan berkelanjutan. Saat ini, total 122 bus listrik rakitan VKTR telah beroperasi di Jakarta melalui beberapa operator Transjakarta, dengan tambahan 30 bus lainnya yang sedang memasuki proses karoseri di Laksana. Hal ini menunjukkan pengalaman dan kapasitas VKTR dalam menyediakan solusi bus listrik skala besar.

Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menekankan bahwa kolaborasi industri menjadi kunci dalam mempercepat elektrifikasi transportasi umum. Sebagai perusahaan karoseri nasional, Laksana berkomitmen mendukung pengembangan bus listrik melalui inovasi desain dan standar keselamatan yang tinggi. “Kolaborasi bersama VKTR di Semarang ini menunjukkan bahwa industri dalam negeri memiliki kesiapan untuk menghadirkan solusi transportasi publik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif uji coba bus listrik ini sebagai bagian dari rencana modernisasi armada Trans Semarang. “Kami menyambut baik pelaksanaan uji coba bus listrik ini sebagai langkah awal menuju transformasi angkutan umum yang lebih ramah lingkungan,” kata Eddy. Evaluasi selama masa trial akan menjadi dasar penting dalam mempersiapkan implementasi bus listrik secara lebih luas di Kota Semarang.

Evaluasi menyeluruh selama masa uji coba bus listrik Semarang akan menjadi fondasi penting bagi Kota Semarang dalam mempersiapkan implementasi bus listrik secara lebih luas. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah kota untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang nyaman, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Data dan masukan dari uji coba ini akan sangat berharga untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut.

Kota Semarang sendiri telah mempersiapkan rencana pengadaan 27 unit bus listrik berukuran 12 meter pada tahun 2026 untuk Koridor 1 sebagai bagian dari modernisasi armada. Uji coba yang sedang berlangsung ini diharapkan menjadi langkah awal yang krusial dalam proses evaluasi menuju implementasi yang lebih luas. Ini menunjukkan adanya visi jangka panjang dari pemerintah daerah untuk elektrifikasi transportasi.

Melalui kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pelaku industri nasional, VKTR optimis kehadiran bus listrik di Semarang tidak hanya akan menjawab isu “Cumi-Cumi Darat” yang populer di kalangan masyarakat. Namun, lebih dari itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat membuka babak baru ekspansi kendaraan listrik nasional di sektor transportasi publik, membawa dampak positif bagi lingkungan dan kualitas hidup perkotaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi