Presiden Prabowo Kenang Hari Lahir Ibu Tien Soeharto
Prabowo kenang hari lahir Ibu Tien Soeharto, sosok penggerak perempuan Indonesia yang mewariskan Yayasan Harapan Kita dan karya monumental seperti TMII.
Presiden Prabowo Subianto mengenang hari lahir Siti Hartinah atau Tien Soeharto, istri Presiden ke-2 RI Soeharto. Lewat akun Instagram @prabowo, ia menuliskan penghormatan khusus.
“Mengenang Hari Lahir Ibu Tien Soeharto. 23 Agustus 1923 – 28 April 1996,” tulis Prabowo dalam Instagram Story, Sabtu (23/8/2025).
Sosok Penggerak Perempuan Indonesia
Ibu Tien dikenal sebagai motor penggerak perempuan Indonesia di masanya. Ia mendorong kaum perempuan untuk terus berjuang dalam berbagai kondisi, sekaligus menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan bangsa.
Salah satu warisan besarnya adalah Yayasan Harapan Kita, yang ia dirikan pada 23 Agustus 1968 bersama Zaleha, istri Ibnu Sutowo. Bermodal Rp100 ribu, yayasan tersebut kini tetap eksis selama lebih dari setengah abad.
Dari yayasan inilah lahir sejumlah karya monumental, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 1975, Taman Anggrek Indonesia Permai, hingga Perpustakaan Nasional.
Di bidang kesehatan, yayasan ini juga melahirkan Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita (1979) dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.
Cerita Mbak Tutut
Putri sulung Ibu Tien, Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut), mengenang ibunya sebagai sosok yang yakin pada kekuatan tolong-menolong.
“Dengan sedikit akses, paling tidak dia istri seorang presiden, Ibu Tien berusaha membicarakan dan mewujudkan ide tolong-menolong itu menjadi nyata,” kata Tutut saat peringatan Milad Yayasan Harapan Kita pada 2019.
Menurut Tutut, ibunya selalu melihat bencana bukan sebagai kutukan, melainkan ujian yang harus dilawan dengan keyakinan dan kerja keras.
“Tekad beliau tegas, jangan pernah kita dikalahkan penderitaan tanpa berupaya melawannya sekuat tenaga,” ujar Tutut.
Kini, Yayasan Harapan Kita di bawah kepemimpinan Tutut terus berupaya melanjutkan cita-cita Ibu Tien: menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam layanan kesehatan.
Sejak awal berdiri, yayasan bahkan memberikan layanan gratis bagi masyarakat kurang mampu, dengan sistem subsidi silang.
“Kita bertekad kuat sebagaimana keinginan Ibu Tien sebagai pendirinya, membela kesehatan rakyatnya,” tegas Tutut.